Tuesday, 19 November 2019

“Jumat Keramat”, Imam Nahrawi Diperiksa, KPK Ingatkan Agar Kooperatif

Kamis, 26 September 2019 — 23:39 WIB
Iman Nahrawi saat masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. (ist)

Iman Nahrawi saat masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. (ist)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap dana hibah dari Kemenpora ke KONI, Jumat (27/9/2019).

“Besok pada hari Jumat akan diagendakan pemeriksaan terhadap tersangka IMN (Imam Nahrawi) atau Menpora (eks Menpora Imam Nahrawi-red) dalam kapasitas sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019) malam.

Febri berharap Imam dapat memenuhi panggilan penyidik tersebut. Terlebih, kata Febri, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sebelumnya berjanji untuk bersikap kooperatif, mengikuti proses hukum di KPK.

“Jadi kami ingatkan yang bersangkutan bisa datang memenuhi panggilan penyidik ini karena hadir dalam panggilan sebagai tersangka ataupun sebagai saksi itu merupakan kewajiban hukum,” ujar Febri.

“Apalagi sebelumnya Menpora (eks Menpora Imam Nahrawi-red) juga menyatakan akan bersikap kooperatif dengan proses hukum ini. Jadi kami ingatkan, kami harap besok bisa hadir dan kalau ada bantahan-bantahan silakan disampaikan nanti di depan penyidik,” imbuhnya.

Disinggung kemungkinan upaya jemput paksa apabila Imam mangkir, Febri enggan berspekulasi. Ia juga belum dapat memastikan rencana penahanan yang bisa saja dilakukan penyidik terhadap Imam setelah proses pemeriksaan.

Terlebih, tradisinya, KPK akan langsung  menahan tersangka yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan perdana pada hari Jumat. Sehingga di komisi pemburu koruptor ini ada istilah “Jumat Keramat”.

“Saya tidak berandai-andai dulu tentang kejadian besok (Jumat), kami ingatkan saja dan kami harap tersangka bisa datang,” pungkasnya.

Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga terlibat korupsi dalam kasus dana hibah untuk KONI. Pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini, diduga menerima komisi sebesar Rp26,5 miliar. (ys)