Wednesday, 13 November 2019

Nanti Timbul Pidana Baru

Polisi Ingatkan Ananda Badudu Jangan Buat Statement yang Bisa Memfitnah Orang Lain

Jumat, 27 September 2019 — 19:24 WIB
Ananda Badudu usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. (firda)

Ananda Badudu usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. (firda)

JAKARTA –  Musisi sekaligus mantan jurnalis Tempo, Ananda Badudu, menyebut mahasiswa yang diamankan saat aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, tidak didampingi saat menjalani proses pemeriksaan. Ia juga mengatakan, proses hukum terhadap mereka tidak etis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyayangkan pernyataan tersebut. Ia mengatakan, pernyataan itu dapat menimbulkan fitnah. Alasannya, masyarakat tidak mengetahui fakta dari pernyataan tersebut.

“Ananda Badudu menyampaikan ke media bahwa ada menemukan beberapa mahasiswa yang diperiksa tidak didampingi penasehat hukum, mahasiswa sudah pada dipulangkan. Jadi yang perlu disampaikam bahwa jangan sampai membuat statement yang bisa memfitnah orang lain, nanti bisa menimbulkan pidana baru,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Bahkan ia mengungkapkan, mahasiswa yang sempat diamankan di Polda Metro Jaya telah dipulangkan seluruhnya. Sehingga apa yang disampaikan oleh Ananda bahwa masih banyak mahasiswa yang diamankan itu tidak lah benar.

“Udah pada pulang, semalam udah pulang semua. Jumlahnya nanti saya cek dulu,” jelas Argo.

Sebelumnya, Ananda Badudu menyebut kalau sejumlah mahasiswa yang diamankan saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, diproses secara tidak etis.

Pernyataan tersebut ia utarakan seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas aliran dana kepada mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa, di Gedung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Seusai diperiksa, Ananda pun dipersilahkan untuk pulang.

“Saya salah satu orang yang beruntung punya privilage untuk bisa segera dibebaskan. Tapi didalam saya melijat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan, diproses dengan cara-cara tidak etis,” ujar Ananda di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

“Mereka butuh pertolongan lebih dari saya,” sambungnya.

Untuk diketahui, sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR – MPR, Selasa (24/8/2019). Aksi tersebut pun sempat memanas dan berujung ricuh. Akibatnya, 94 mahasiswa sempat diamankan. (firda/tri)