Friday, 18 October 2019

Menanti Gebrakan Anggota Baru DPR

Selasa, 1 Oktober 2019 — 14:39 WIB

HARI ini, Selasa 1 Oktober 2019 kita memiliki anggota baru DPR RI dan DPD RI periode 2019-2024. Jumlah wakil rakyat yang dilantik 575 orang, 298 di antaranya petahana alias wajah lama. Sedangkan 277 lainnya, muka-muka baru termasuk kalangan milenial. Komposisi petahana dan pendatang baru hampir imbang.

Masuknya legislator baru yang jumlahnya hampir imbang dengan petahana, membawa angin segar di Senayan. Kehadiran mereka diharapkan bisa membawa perubahan ke arah lebih baik. Ekspektasi masyarakat kepada begitu besar terhadap adanya keadilan ekonomi, sosial, keadilan hukum dan lainnya. Ini tantangan besar bagi legislator yang baru dilantik.

Bukan rahasia lagi, karut marutnya kinerja Dewan, membuat terjadinya krisis kepercayaan. Bukan tanpa alasan pula kepercayaan publik merosot terhadap kinerja Dewan. Ini dibuktikan dari hasil survey yang dirilis oleh Alvara Reseaarch Center pada 2018, di mana lembaga DPR, MPR dan parpol berada di posisi terbawah yang kinerjanya tidak memuaskan.

Krisis kepercayaan pun muncul di akhir masa tugas DPR periode 2014-2019. Ini ditandai dengan gelombang demonstari belakangan ini, yang salah satunya mengusung mosi tidak percaya pada wakil rakyat, dipicu soal sejumlah Rancangan Undang-Undang yang dinilai bermasalah. Anggota Dewan juga dinilai kurang produktif, karena di akhir masa tugasnya hanya bisa selesaikan 84 Undang-Undang.  Sangat jauh dari yang ditargetkan, 189 rancangan.

Sederet catatan kelam lainnya, ulah oknum-oknum Dewan yang terbukti terus menerus berbuat curang, jadi makelar proyek, atau main mata dengan pengusaha nakal merampok duit negara. Bahkan Setya Novanto yang ketika itu menjabat sebagai Ketua DPR, juga diciduk KPK. Belum lagi sikap ‘pemalas’ legislator, kerap membolos ketika sidang berlangsung.

Dilantiknya 575 anggota DPR RI periode 2019-2014, membawa harapan baru bagi masyarakat. Wajah-wajah baru diharapkan membawa perubahan.  Tindak tanduk serta kebijakan dan keputusan yang diambil anggota Dewan sebelumnya, harus menjadi pelajaran bagi anggota baru, terutama legislator muda.

Publik kini menunggu gebrakan politisi Senayan yang baru dilantik. Mereka harus bekerja optimal sesuai dengan tupoksinya. Catatan penting lainnya, peka terhadap kesulitan yang dihadapi rakyat, tetap pro rakyat, dan penuhi janji manis saat kampanye. Bukan sebaliknya, berkhianat kepada rakyat. Rakyat menunggu! **