Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 05 December 2019

Pemilihan Ketua MPR, Selayaknya Diberikan Kepada Partai Koalisi Prabowo-Sandi

Selasa, 1 Oktober 2019 — 10:20 WIB
Sidang paripurna DPR (dok/rizal)

Sidang paripurna DPR (dok/rizal)

JAKARTA – Polemik jelang Pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) periode 2019-2024 memicu beragam spekulasi, termasuk menguatnya kekuasaan koalisi partai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin di Komplek Parlemen Senayan.

Fenomena ini dinilai Pengamat Politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara tidak sejalan dengan azas demokrasi. Mengingat, peran MPR  yang berfungsi sebagai pengawas lembaga eksekutif.

“Jika sepakat bahwa bangsa Indonesia memerlukan ‘penyeimbang’ dalam praktek penyelenggaraan negara, maka posisi ketua MPR selayaknya diberikan kepada partai koalisi Prabowo-Sandi,” katanya, Senin (30/9/2019) malam.

Pembelahan masyarakat yang terjadi saat pelaksanaan Pilpres2019 harus diselesaikan dengan pembangunan politik dan ekonomi yang baik.

“Bagaimanapun Indonesia membutuhkan demokrasi yang seimbang, sistem politik yang kuat, baik dalam visi maupun aksi,” tandasnya.

Igor menambahkan, pasca Pilpres, Prabowo sudah bertemu Jokowi dan Megawati. Sekarang saatnya untuk move on dan menjalankan proses demokrasi yang baik.

Sistem presidensial yang kita anut tidak memaksakan ‘the winner takes all’. “Artinya yang kalah dalam kompetisi pemilu bisa berpartisipasi ke dalam kabinet pemerintahan atau di legislatif, juga di lembaga yudikatif,” ujarnya.

Oposisi Diperlukan

Posisi penyeimbang atau oposisi katanya perlu diperkuat karena harus berkembang dengan baik dalam sistem demokrasi Indonesia.

Penyeimbang, pengawasan dan alternatif policy sangat diperlukan, terutama semangat dalam melaksanakan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

Menurutnya, posisi Ketua MPR layak diberikan kepada partai koalisi Prabowo-Sandi, baik Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Partai Amanat Nasional (PAN).

“Kader Gerindra paling layak karena perolehan suaranya di Pileg 2019 paling besar di parpol koalisi pengusung Prabowo-Sandi.

“Namun, kalau pun karena proses politik harus dari partai koalisi Jokowi-Amin, maka kader Golkar lebih pas karena posisi di Pileg 2019 berada di tiga besar, bersama PDIP dan Gerindra,” kata Igor. (tiyo/tri)