Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami di PoskotaNews untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau di halaman situs ini > https://rattegioielli.com sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!


Thursday, 05 December 2019

Ikuti Perkembangan Zaman, Museum Penerangan Kini Bergaya Milenial

Rabu, 2 Oktober 2019 — 5:37 WIB
Museum Penerangan bergaya milenial. (ifand)

Museum Penerangan bergaya milenial. (ifand)

JAKARTA – Sejak didirikan tahun 1993, museum penerangan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), akhirnya di revitalisasi. Untuk bisa menarik kaum milenial datang berkunjung, museum kini disulap menjadi lebih kekinian dalam menyuguhkan berbagai teknologi dan inovasi.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Muktiyo mengatakan, revitalisasi yang dilakukan pihaknya agar pemahaman tentang museum penerangan ini betul-betul berubah. Karena pihaknya ingin menciptakan museum bukan hanya sebagai tempat menaruh barang-barang lama, tapi museum adalah tempat kita belajar.

“Kami juga ingin menciptakan museum sebagai tempat untuk dijadikan rekreasi dan juga tempat untuk bisa menatap masa depan seperti apa,” kata Widodo usai meresmikan ruang pamer museum penerangan terbaru, Selasa (1/10/2019).

Dengan perubahan yang diambil itu, Widodo menyebut bahwa pengelolaan museum penerangan ini tidak hanya isinya. Namun pihaknya ingin menyampaikan bagaimana pihaknya menciptakan apa yang ada didalamnya agar mudah dicerna, dicermati dan menancap pesan-pesan perjuangan.

“Apalagi didalam museum ini kan sejak kemerdekaan sudah ada media-media komunikasi itu. Dan ternyata bapak-bapak jurnalis kita punya semangat etos yang tinggi untuk bisa membangun bangsanya. Dan saat ini sudah seperti ini, ke depan kita akan lihat prospek peradaban yang lebih baik lagi untuk Indonesia yang lebih maju,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Museum Penerangan, Abdullah menambahkan, perubahan yang diberikan itu terlihat jelas di lantai dua. Pada setiap dinding ada visuaslisasi yang berisi tayangan sejarah informasi dan capaian yang telah dilakukan Kemenkominfo. “Karena saat ini memasuki era digital, makanya pesan yang disampaikan pun melalui digital,” ujarnya.

Abdullah mengatakan penyampaian pesan-pesan dan informasi nanti seperti virtual reality, augmented reality, lalu video mapping. Untuk augmented nanti akan menampilkan koleksi unyil, seperti apa bentuk 3 dimensi. “Semuanya kami tampilkan agar lebih mudah dicerna meski hanya melihat dari gambar saja,” terangnya.

Meski mengalami perubahan, namun menruut Abdulah Museum Penerangan tidak akan kehilangan kekhasannya. Replika yang menunjukkan proses peliputan, alat komunikasi, perkembangan pers dan dunia publikasi, masih tetap dipajang pada sisi kanan dan kiri lantai satu. “Koleksi radio, kamera, beserta televisi mulai dari tahun 1945 hingga kini. Serta perkembangan media massa sejak era kemerdekaan, G 30/S, hingga orde baru masih kami pajang,” terangnya.

Abdullah menambahkan, transformasi yang dilakukan Muspen menyesuaikan dengan paradigma baru di dunia yang dicanangkan UNESCO sebagai New Museology Concept, yaitu ‘Inclusive Museum’. “Kami berharap nantinya masyarakat bisa menikmati ini, sensasinya apa dan disampaikan ke masyarakat. Dengan begitu ini bisa menjadi destinasi wisata dan wisata unggulan di TMII,” pungkasnya. (ifand/mb)