Wednesday, 11 December 2019

Menunggu Bus Transjakarta di Kampung Rambutan harus Antri di Pinggir Jalan

Rabu, 2 Oktober 2019 — 18:43 WIB
Suasana menunggu bus Transjakarta yang dikeluhkan penumpang. (Ifand)

Suasana menunggu bus Transjakarta yang dikeluhkan penumpang. (Ifand)

JAKARTA  – Pengguna bus Transjakarta di terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, mengelukan pelayanan yang diberikan selama ini. Pasalnya, mereka harus menunggu di luar shelter dan mengantri untuk naik, karena infrastruktur dan fasilitas yang diberikan belum memadai.

Penumpang yang bernama Rima Astuti (38)  menyebut pelayanan bus Transjakarta kembali ke zaman dulu. Yakni, seperti  pada era 1990-an masyarakat harus antri di pinggir jalan  untuk bisa naik dan menggunakan moda transportasi tersebut. “Jadi kayak zaman dulu, harus antri, nunggu di pinggir jalan. Cuma bedanya ini nggak berebut saja,” katanya, Rabu (2/10/2019).

Menurut Rima, pemandangan itu sudah ia rasakan selama beberapa bulan belakangan ini. Awalnya, ia mengira pelayanan tersebut hanya bersifat sementara, namun lama-kelamaan kondisi itu tak berubah dan penumpang dipaksa untuk terlantar di pinggir jalan. “Jadi kalau bus belum datang berdiri dulu di samping tenda, bahkan ada yang duduk diatas trotoar,” ujarnya.

Beruntung, lanjut Rima, pelayanan seperti ini  hanya dialami penumpang koridor 7 dengan tujuan Kampung Melayu. Sementara sisanya, tetap dilayani secara elektronik dan menunggu bus di dalam shelter.

“Alasan pengelolanya biar penumpang yang ke arah Kampung Melayu cepat dilayani. Cuma kok malah mendapat perbedaan seperti ini,” keluhnya.

Atas kondisi itu, Rima pun berharap agar pelayanan yang diberikan untuk penumpang jurusan Kampung Melayu pun harus sama. Dimana mereka bisa dengan tenangnya menunggu bus didalam shelter tanpa harus berdiri dan mengantri seperti ini.

“Kalau seperti ini penumpang dirugikan, padahal kan kita bayarnya sama. Harusnya dapat pelayanan maksimal juga, tidak seperti ini,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Sekretaris Korporasi Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, pemandangan itu terjadi karena banyaknya armada dari berbagai rute menuju Kampung Rambutan, sehingga terjadi penumpukan yang akan menganggu proses sirkulasi armada Transjakarta.

“Akibat hal itu, sementara ini kami memberlakukan pembagian sistem penaikan pelanggan menjadi dua jalur, sisi kiri dan kanan, untuk BRT dan non BRT,” ujarnya.

Ditambahkan Nadia, dengan banyaknya armada Transjakarta yang mondar-mandir pihaknya pun sedang melakukan rekayasa. PT Transjakarta saat ini juga tengah melakukan rencana ulang dan merevitalisasi halte di Kampung Rambutan.

“Atas hal itu, kami juga sampaikan mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Semoga revitalisasi segera selesai dan dapat kembali normal,” pungkasnya. (Ifand/win)