Tuesday, 15 October 2019

TNI Kebanggaan Rakyat

Sabtu, 5 Oktober 2019 — 6:12 WIB

HARI ini, 5 Oktober 2019, TNI genap berusia 74 tahun. Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertindak selaku Inspektur Upacara pada puncak peringatan yang  digelar di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam peringatan yang bertema “ TNI Profesional Kebanggaan Rakyat” ini melibatkan sedikitnya 6.806 prajurit TNI dari ketiga matra.

Tema yang memfokuskan kepada TNI profesional diangkat dalam dua tahun terakhir. Pada peringatan HUT ke – 73 tahun lalu, mengambil tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat”.

Kata profesional, merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebuah profesi yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sedangkan profesionalisme adalah menyangkut mutu, kualitas dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional.

Ini dapat diartikan bahwa anggota TNI adalah mereka yang memiliki kepandaian khusus dalam menjalankan tugas sehari – hari. Dikaitkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara,  pemahaman “ TNI yang profesional” adalah prajurit TNI yang dituntut memiliki kemampuan yang andal sesuai jati dirinya ( Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit) dalam melaksanakan fungsi-fungsi pertahanan dan keamanan.

Keandalan, kemampuan dan keahlian prajurit selain wajib melekat pada diri pribadi sebagai prajutit, juga perlu didukung dengan peralatan agar kemampuan menjadi maksimal.

Untuk memenuhi peralatan dan kelengkaan prajurit, dibutuhkan anggaran. Juga anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Sebab, bicara kemampuan dan profesional, tentu tidak lepas dari soal kesejahteraan. Belum lagi soal jumlah kekuatan  personel sesuai kebutuhan untuk mengantisipasi dan menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

Meski begitu kami meyakni, sejak kelahirannya TNI adalah prajurit pejuang, berapa pun anggaran yang diberikan akan diterima dan dimanfaatkan sesuai dengan skala prioritas. Jika bicara kurang, tentu tak akan ada habisnya. Itulah ciri prajurit pejuang yang akan selalu menyesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

Apa pun situasinya, TNI tiada henti untuk terus berupaya meningkatkan profesionalisme disesuaikan dengan kebutuhan. Mengingat profesionalisme bukanlah produk sekali jadi, di dalamnya ada proses yang berarti membutuhkan waktu. Suatu kondisi dinamis yang harus terus diperjuangkan baik oleh pimpinan TNI sendiri atau pemangku kepentingan lain dalam membentuk sosok TNI yang benar – benar profesional di segala zaman.

Satu hal yang tak bisa dilepaskan dari jati dirinya adalah tanggung jawab sosialnya kepada rakyat. Ikut berperan memajukan dan menyejahterakan rakyat. Peduli kepada nasib rakyat, sangat memahami mana tugas untuk membela kepentingan rakyat atau tugas yang sekiranya bertentangan dengan kehendak rakyat. Itulah jati diri TNI sebagai prajurit sejati yang sejak kelahirannya dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.

Karenanya TNI profesional kebanggaan rakyat, sebab profesionalisme  TNI memang untuk rakyat. Bersama rakyat, TNI semakin kuat.

Dirgahayu TNI. (*)