Friday, 18 October 2019

Aruni Bicara Soal Pegawai yang Harus Lembur Tapi Gaji Tak Memadai

Senin, 7 Oktober 2019 — 7:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

MALAYSIA – Bagi kaum pekerja, tentu mengerti saat keluarga di rumah menunggu-nunggu ketika pulang kerja tiba. Namun, belakangan untuk pulang tepat waktu menjadi hal yang sulit.

World of Buzz melaporkan pekerja Malaysia menyadari ia tak bisa meninggalkan kantor sebelum pukul 17:00. Wanita yang bekerja di Australia ini pun membanding pekerja di negara asalnya.

Menurutnya, orang Australia terbiasa pulang kantor lebih cepat dibanding dengan Malaysia. Melalui akun aruni_93 di Twitter, ia menyebutkan ‘budaya Malaysia’ yang mengorbankan waktu pribadi untuk bekerja lembur. Padahal gaji yang diterima tak memadai.

Netizen pun ramai berkomentar. Ada yang curhat tentang tugas berat yang diberikan bos. Sebuah tugas yang disebutnya hampir mustahil namun diminta diselesaikan secepatnya.

“Kenyataannya adalah ada contoh di mana bos menginstruksikan karyawan untuk menyelesaikan tugas dalam tiga hari atau ketika klien menetapkan tenggat waktu bahwa pekerjaan sebulan harus diselesaikan dalam waktu seminggu, dengan cara apa pun,” katanya.

Ada pula yang berbicara tentang atasannya yang terlalu keras pada teman yang kini telah meninggal. Namun si bos begitu mudah menggantinya.

“Perusahaan memperlakukan staf seperti pekerja konstruksi. Teman saya yang terlambat harus bekerja bahkan pada hari libur nasional, sampai dia sakit lalu meninggal pada hari berikutnya. Perusahaan lalu memanggil orang tuanya meminta mereka membersihkan barang-barangnya SEGERA karena tempatnya akan digantikan orang baru. Di mana kemanusiaan?”

Kalau kamu, bagaimana di tempat kerjamu? (yepe)