Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau ini sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!

Thursday, 05 December 2019

Mensos: Pekerja Sosial Harus Manfaatkan Teknologi untuk Meningkatkan Pelayanan

Senin, 7 Oktober 2019 — 15:45 WIB
Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (baju putih), dan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher (dua dari kanan). (yendhi)

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (baju putih), dan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher (dua dari kanan). (yendhi)

JAKARTA – Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pekerja sosial harus siap dengan perkembangan teknologi era industri 4.0. Selain itu, juga harus bisa menerapkan teknologi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Mensos saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Internasional dengan tema ‘Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Praktek Pekerjaan Sosial, Prospek, dan Tantangannya’ di Gedung Kementerian Sosial RI, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Dikatakannya, perkembangan teknologi sudah menggeser kebudayaan masyarakat yang selama ini mengembangkan interaksi sosial langsung atau antar muka, menjadi interaksi dunia maya. Kemampuan membangun ke-maya-an yang nyata kian sulit dibedakan antara realitas nyata dan realitas yang semu.

“Seiring pergeseran realitas tersebut permasalahan sosial yang dihadapi pun ikut bergeser dari permasalahan yang bersifat konkrit menjadi permasalahan yang disebabkan oleh interaksi non fisik seperti keterasingan akibat perangkat digital, lunturnya solidaritas kebersamaan dan melemahnya fungsi institusi dan pranata sosial,” kata Agus, Senin, (7/10/2019).

Segala permasalahan yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi dapat mengarah pada tidak berfungsinya (disfungsi) sosial pada level individu, keluarga, komunitas, dan masyarakat. Namun demikian, perkembangan teknologi informasi juga memudahkan pola kerja sosial sehingga masyarakat luas lebih mudah ikut aktif dalam kerja-kerja sosial.

“Dengan realitas baru akibat perkembangan teknologi digital tersebut maka profesi Pekerja Sosial dihadapkan pada tantangan yang lebih beragam, pastinya lebih kompleks. Pertanyaannya adalah bagaimana pekerja sosial dapat menjawab seluruh tantangan tersebut?,” ucap Agus mempertanyakan.

Ditegaskan Mensos, peran penting pekerja sosial tidak hanya penanganan masalah-masalah sosial saja, melainkan juga harus bisa mendorong terjadinya perubahan sosial termasuk didalamnya mencakup dimensi interaksi sosial.

Bentuk interaksi yang serba digital, lanjut Agus, cepat atau lambat akan berpengaruh terhadap kapasitas manusia untuk dapat berfungsi di dalam kehidupan sosialnya. Untuk itu, kehadiran pekerja sosial jadi sangat penting dalam membantu masyarakat memperbaiki interaksi sosial.

“Saya ingin menegaskan bahwa era digital atau era industri 4.0 telah melahirkan pola-pola baru partisipasi publik secara luas tapi juga substansial khususnya dalam menjembatani berbagai hambatan kelembagaan untuk menyelesaikan permasalahan sosial,” kata Mensos. (yendhi/mb)