Friday, 06 December 2019

Polisi Telah Tetapkan 11 Tersangka Penganiayaan Relawan Ninoy Karundeng

Senin, 7 Oktober 2019 — 19:59 WIB
Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. (cw2)

Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. (cw2)

JAKARTA – Hingga kini, polisi telah menetapkan 11 tersangka terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang menyandung relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Adapun ke-11 tersangka itu, yakni AA,  ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. Di mana masing-masing tersangka memiliki peran berbeda-beda.

“Berkaitan viralnya korban Ninoy, tentunya ada laporan ke Polda Metro Jaya. Kita melakukan penyelidikan dan penyidikan dari Polda Metro Jaya sudah menetapkan 11 tersangka,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).

(Baca: Polisi Kembali Ciduk Pelaku Dugaan Penganiayaan Terhadap Ninoy Karundeng)

Lebih lanjut ia mengatakan, 10 tersangka kini telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sedangkan satu tersangka atas nama TR, ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

“Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya. Saya sampaikan dari 11 orang tersangka, ada 10 orang ditahan dan satu orang ditangguhkan karena sakit,” jelas Argo.

Sementara itu hingga kini, polisi masih memeriksa dua saksi terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Dua saksi itu, yakni Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar dan Fery alias F.

Untuk diketahui, Ninoy Karundeng diculik oleh sekelompok orang saat aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Saat itu, Ninoy mengambil gambar orang-orang yang terkena gas air mata saat aksi tersebut.

Melihat hal itu, massa langsung merampas ponsel Ninoy dan membawa Ninoy ke sebuah masjid untuk diinterogasi perihal alasan ia memotret aksi di lokasi tersebut. Namun tak hanya mengintrogasi, para pelaku sempat menganiaya Ninoy.

Selanjutnya, Ninoy dipulangkan oleh para pelaku keesokan harinya, Selasa (1/10/2019). Atas kejadian tersebut, Ninoy pun melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Selasa malam. (firda/win)