Friday, 18 October 2019

Unjuk Rasa itu Jadi Bermartabat

Senin, 7 Oktober 2019 — 6:06 WIB
Ribuan Mahasiswa dari berbagai universitas memadati Jalan Jendral Gatot Soebroto saat melakukan aksi  menolak UU KPK dan RUU KUHP.  (toga)

Ribuan Mahasiswa dari berbagai universitas memadati Jalan Jendral Gatot Soebroto saat melakukan aksi menolak UU KPK dan RUU KUHP. (toga)

TIBA-TIBA saja jalan menjadi arena pagelaran budaya. Di situ ada puluhan pemuda menari dengan diiringi musik gamelan jawa. Satu demi satu anak-anak muda itu membentuk formasi di tengah jalan depan halte bus, dan mereka menari serempak kompak, indah dipandang mata. Selain menghibur masyarakat yang hadir di jalan tersebut juga, sangat menyentuh.

Apa yang mereka lakukan di situ. O, ya adegan yang sempat viral pekan ini adalah para pemuda bangsa yangs sedang menyampaikan kegundahannya, sekaligus melestarikan budaya. Di dalam kondisi yang lagi karut marut, memang pantaslah kegiatan semacam ini dilakukan.

Begitu juga Yogyakarta, menggelar budaya di di mana-mana termasuk di jalanan. Dan sangat luar mendapat respon dari masyakarakat luas, lokal dan dunia. Buktinya, para turis asing sangat menikmati ‘unjuk kebolehan rasa’ tersebut.

Kalau begitu, wilayah lain kan bisa mengikuti jejak kota budaya tersebut? Kita punya puluhan bahkan ratusan jenis tarian dari berbagai wilayah nusantara. Bisa digelar kapan saja, bisa setiap hari besar, atau pada hal hal tertentu, termasuk ketika negara sedang gonjang-ganjing.

Nah, bolehlah, sekarang kalau unjuk rasa.Kita bisa ubah format bukan dengan pentungan, batu, bom molotop, atau ban bekas dibakar. Nggak, tapi dengan kreasi seni yang luar biasa. Sendratari, yang tentu saja punya alur untuk menyampaikan aspirasi mereka secara bermartabat.

Apa yang bisa kita sampaikan di situ, adalah lebih aspiratif, masyarakat bisa mengerti dengan baik dan tenang, tidak was-was karena takut ada kerusuhan? Kan selalu saja ada buntut yang nggak ngenakin,ada yang luka, mati dan harta benda rusak karena anarkis? Lalu saling menyalahkan nggak ada habis-habisnya.

Ayolah, siapa mau unjuk rasa? Langsung saja terjun ke jalan. Siapa tahu demo bisa jadi destinasi pariwisata yang menghibnur. (massoes)