Thursday, 05 December 2019

Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, 3 Tersangka Dijerat UU ITE

Selasa, 8 Oktober 2019 — 17:47 WIB
Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. (cw2)

Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya. (cw2)

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaua Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, tiga dari 13 tersangka yang ditetapkan atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng, dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tak hanya UU ITE saja, ketiganya juga turut dijerat dengan Pasal 170 dan Pasal 335 KUHP. Namun Argo tak menyebut identitas ketiga tersangka itu, ia hanya mengatakan kalau ketiga tersangka itu merupakan perempuan.

“Ada tiga orang yang kita kenakan juga UU ITE,” ujar Argo di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (8/10/2019).

“Ya tiga orang itu perempuan ya,” sambungnya.

Sementara itu, polisi telah menetapkan 13 tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut. Adapun para tersangka itu, yakni Bernard Abdul Jabbar, Fery alias F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 dan Pasal 335 KUHP. Kini para tersangka pun telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Namun satu tersangka berinisial TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Diketahui, Ninoy Karundeng diculik oleh sekelompok orang saat aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Saat itu, Ninoy mengambil gambar orang-orang yang terkena gas air mata saat aksi tersebut.

Melihat hal itu, massa langsung merampas ponsel Ninoy dan membawa Ninoy ke sebuah masjid untuk diinterogasi perihal alasan ia memotret aksi di lokasi tersebut. Namun tak hanya mengintrogasi, para pelaku sempat menganiaya Ninoy.

Selanjutnya, Ninoy dipulangkan oleh para pelaku keesokan harinya, Selasa (1/10/2019). Atas kejadian tersebut, Ninoy pun melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Selasa malam. (firda/yp)