Saturday, 07 December 2019

Dirjen IKMA: Pelarangan Minyak Curah Tidak akan Berpengaruh pada IKM

Rabu, 9 Oktober 2019 — 13:29 WIB
Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih. (dok/Tri)

Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih. (dok/Tri)

PADANG – Kebijakan pelarangan peredaran minyak goreng curah pada tahun 2020, tidak akan berpengaruh terhadap Industri Kecil Menengah (IKM),  karena  produk yang dihasilkan dinilai menjadi lebih berkualitas dibanding olahan dengan minyak curah.

“Nggak masalah (kebijakan itu). Justru kalau nggak curah kan lebih sehat (produknya),” kata Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, disela Workshop Industri di Padang, Selasa (8/10/2019).

Memang, lanjut Gati, akan ada kenaikan biaya operasional, karena  pelaku usaha harus membeli minyak goreng dengan harga yang lebih mahal dibanding minyak curah. Namun hal itu dapat ditutupi dengan cara menaikkan harga produk yang dijual.

“Jualnya saja lebih mahal, produknya juga lebih higienis,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan ini juga disinyalir dapat menggairahkan industri kemasan. Sebab penjualan minyak goreng dalam kemasan bakalan meningkat.”Justru industri kemasannya jadi makin laku. Jadi ada multiplier effectnya,” pungkasnya

Sertifilat Halal

Pada kesempatan itu, Gati mengatakan Kementerian Perindustrian telah memastikan bahwa para pemain Industri Kecil dan Menengah (IKM) telah siap  mengikuti kewajiban sertifikasi halal yang mulai diterapkan pada 17 Oktober 2019.

Menurutnya, Kemenperin telah menyiapkan sertifikasi halal wajib sejak tiga tahun lalu dan melakukan sosialisasi besar-besaran.

Menurutnya, masalah pendanaan untuk kebutuhan sertifikasi juga bukan lagi masalah besar. Karena, hal itu termasuk dalam alokasi Dana Dekonstruksi untuk kebutuhan sertifikasi.

“Secara lembaga kami sudah siap, yang penting laboratoriumnya untuk pengujian sudah siap belum?” kata Dirjen Gati.(tri/mb)