Tuesday, 15 October 2019

Kawin Kontrak di Irak: Sadis! Depan Jangan, Belakang Boleh

Rabu, 9 Oktober 2019 — 15:44 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

IRAK – Investigasi yang dilakukan oleh BBC mengenai “Kawin kontrak” di Irak, seakan membuka mata dunia begitu kejinya praktik pelacuran yang menimpa gadis-gadis di bawah umur.

Tim BBC Irak dan Inggris melakukan investigasi selama 11 bulan, dan mengungkapkan bagimana ulama-ulama di sana, justru menjadi pelaku utama dengan menikahi gadis tanpa dosa demi memuaskan hasrat seksual mereka.

“Anda bisa menikahi gadis selama setengah jam dan bisa langsung menikahi yang lainnya,” ujar Sayyid Raad, seorang ulama di Baghdad, kepada reporter BBC yang tengah menyamar.

Ia mengatakan, bahwa hukum Syariah tidak mengatur batasan waktu kawin kontrak. Dengan kata lain, seorang pria bisa menikahi gadis di bawah umur sebanyak yang dia mau, dengan satu syarat.

“Hati-hati saja agar jangan sampai ia kehilangan keperawanannya. Anda bisa melakukan ‘pemanasan’ dengannya, berbaring dengannya, menyentuh tubuhnya, payudaranya… Anda tidak boleh melakukan penetrasi dari depan. Tapi seks anal tidak apa-apa,” ujarnya menjelaskan dengan gamblang.

Bukan hanya sebagai “pemakai”, ternyata banyak dari para ulama ini juga memainkan peran sebagai germo. Sewaktu tim yang menyamar bertanya tentang ketersediaan gadis muda tersebut, Sayyid tanpa ragu mengatakan ia dapat menyediakannya.

Kawin Kontrak sebenarnya dilarang dalam hukum negara Irak, bahkan dikecam oleh tokoh Islam Syiah paling senior, Ayatollah Sistani.

“Jika praktik-praktik ini terjadi seperti yang Anda sampaikan, maka kami mengutuknya tanpa syarat. Kawin kontrak tidak diizinkan untuk dijadikan alat memperdagangkan seks yang meremehkan martabat dan kemanusiaan perempuan,” ujarnya dilansir BBC. (mb)