Friday, 18 October 2019

Munarman FPI Penuhi Panggilan Polisi, Jadi Saksi Kasus Penganiayaan Relawan Jokowi

Rabu, 9 Oktober 2019 — 12:11 WIB
Pentolan FPI, Munarman. (dok/toga)

Pentolan FPI, Munarman. (dok/toga)

JAKARTA – Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman memenuhi panggilan penyidik Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, Munarman tiba di Gedung Subdit Resmob sekitar pukul 11.20 WIB. Ia nampak mengenakan kemeja biru tosca dan celana hitam.

Tak datang sendirian, ia turut didampingi oleh dua orang lainnya. Namun Munarman nampak enggan berkomentar. Begitu tiba, ia langsung memasuki gedung Subdit Resmob dan menuju ruang penyidikan.

“Prinsipnya kami ke sini hanya memberikan klarifikasi. Ada panggilan menyebutkan bahwa salah satu tersangka berkomunikasi dengan Bapak Haji Munarman,” ujar Kuasa Hukum Munarman, Samsul Bahri, ditemui di lokasi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Munarman akan diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

“Agenda penyidik hari Rabu (pemanggilan Munarman),” kata Argo, Selasa (8/10/2019).

Polisi menduga Munarman memerintahkan tersangka S untuk menghapus rekaman CCTV di lokasi penganiayaan Ninoy, yakni di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Argo mengatakan, tersangka S berperan menyalin data dari laptop milik Ninoy, lalu menyerahkan salinan itu ke Munarman.

“Dia (tersangka S) melaporkan semuanya kepada Bapak Munarwan,” kata Argo.

(BacaBesok, Polisi Periksa Munarman FPI Terkait Kasus Penganiayaan Relawan Jokowi)

Kini polisi telah menetapkan 13 tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut. Selain S, para tersangka itu, yakni Bernard Abdul Jabbar, Fery alias F, AA, ARS, YY, RF, Baros, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Diketahui, Ninoy Karundeng diculik oleh sekelompok orang saat aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Saat itu, Ninoy mengambil gambar orang-orang yang terkena gas air mata saat aksi tersebut.

Melihat hal itu, massa langsung merampas ponsel Ninoy dan membawa Ninoy ke sebuah masjid untuk diinterogasi perihal alasan ia memotret aksi di lokasi tersebut. Namun tak hanya menginterogasi, para pelaku sempat menganiaya Ninoy.

Selanjutnya, Ninoy dipulangkan oleh para pelaku keesokan harinya, Selasa (1/10/2019). Atas kejadian tersebut, Ninoy pun melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Selasa malam. (firda/ys)