Tuesday, 15 October 2019

Surya Anta Minta Dipindah, Polisi: Rutan Polda Metro overload

Rabu, 9 Oktober 2019 — 18:03 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.(firda)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.(firda)

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono angkat bicara perihal permintaan pemindahan tersangka Surya Anta Ginting ke rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Kini, Surya Anta tengah mendekam di sel isolasi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Namun karena mengalami gangguan kondisi kesehatan semenjak mendekam di sana, pihak Surya Anta pun meminta agar juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) ke Rutan Polda Metro Jaya.

Menanggapi itu, Argo mengatakan, pemindahan rutan merupakan kewenangan dari Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) serta pihak penyidik.
“Pemindahan tahanan ke rutan lain wewenang dirtahti dan penyidik,” ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/10/2019).

Namun lain halnya dengan Argo, Dirtahti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas justru menjelaskan, pemindahan tahanan semacam itu merupakan kewenangan dari penyidik. “Secara yuridis untuk memindahkan yang bersangkutan merupakan kewenangan penyidiknya,” kata Barnabas.

Tetapi ia menilai, Surya Anta lebih baik ditempatkan di Rutan Mako Brimob. Hal ini dikarenakan, Rutan Polda Metro Jaya sudah kelebihan kapasitas. “Saya pikir lebih baik di Mako Brimob daripada di Polda, karena kapasitas di Rutan Polda sudah overload (kelebihan beban),” terang Barnabas.

Untuk diketahui, polisi telah menetapkan enam tersangka terkait pengibaran bendera Bintang Kejora di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, 28 Agustus 2019. Salah satunya ialah Jubir Front Rakyat Indonesia untuk Papua Barat (FRI-West Papua), Surya Anta Ginting.

Keenam tersangka saat ini ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal makar sebagaimana tercantum dalam Pasal 106 dan 110 KUHP. (firda/yp)