Tuesday, 15 October 2019

Beredar Surat Tulisan Tangan, Ninoy Ngaku Diancam

Kamis, 10 Oktober 2019 — 21:49 WIB
Ninoy Karundeng (baju hijau) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firdha)

Ninoy Karundeng (baju hijau) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firdha)

JAKARTA – Surat pernyataan yang dibuat oleh relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, ramai beredar di media sosial. Surat itu ditulis tangan oleh Ninoy pada Selasa (1/10/2019).

Dalam surat itu, Ninoy menuliskan, tidak ada peristiwa penganiayaan terhadap dirinya di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Senin (30/9/2019). Bahkan, ia mengucapkan terimakasih kepada pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) Al Falah. Pasalnya, mereka justru menyelematkan Ninoy dari amukan massa.

Menanggapi surat tersebut, Ninoy mengaku mendapat tekanan saat menulis surat tersebut. Namun ia tak menyebut siapa yang menekan dirinya itu.

“Itu betul saya yang menulis surat itu. Kalau saya tidak menulis, saya akan dibunuh. Saya harus mengikuti apa yang mereka mau. Saya harus menyelamatkan nyawa saya. Saya tidak bisa berbuat apapun kecuali mengikuti mereka,” ujar Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

Adapun isi surat pernyataan Ninoy tersebut, sebagai berikut:

Jakarta, 01-10-2019
“Surat Pernyataan”

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Ninoy N Karundeng
TTL : Jakarta, 04-05-1976
Alamat : Perum Buana Gardania Blok C 5/No.7 Pinang, Tangerang

Menyatakan bahwa saya telah ditolong dan diselamatkan oleh DKM masjid Al Falah dan tim medis serta warga. Adapun luka memar dan lebam yang saya alami adalah akibat kesalahpahaman.

Dengan ini saya tidak akan menuntut dan mempermasalahkan kejadian ini dan semua sudah diselesaikan dengan baik.

Demikian surat pernyataan ini saya buat berdasarkan kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun. Saya juga menyatakan terima kasih kepada DKM masjid Al Falah dan tim medis serta masyarakat.

Yang membuat pernyataan
Jakarta 01-10-2019
Ninoy N K

(firda/yp)