Tuesday, 15 October 2019

Diperiksa 11 Jam, Novel Bakmumin Ditanya Soal CCTV

Kamis, 10 Oktober 2019 — 22:13 WIB
Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin (kiri) dan Kuasa Hukum Novel, Krist Ibnu (kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firdha)

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin (kiri) dan Kuasa Hukum Novel, Krist Ibnu (kanan) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firdha)

JAKARTA – Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin akhirnya selesai menjalani pemeriksaan di gedung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, Novel keluar dari ruangan penyidik pukul 21.25 WIB. Tim kuasa hukum pun tampak mendampingi lelaki tersebut keluar dari gedung Subdit Resmob.

Setelah 7,5 jam diperiksa, Novel mengaku dicecar 33 pertanyaan oleh para penyidik. Adapun pertanyaan itu seputar keberadaan Novel saat aksi penganiayaan yang menimpa relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, terjadi di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Terkait hal tersebut, Kuasa Hukum Novel, Krist Ibnu, mengatakan kliennya tidak berada di lokasi saat penganiayaan itu terjadi. Pasalnya, Novel tengah berada di lokasi lain dan melakukan kegiatan lain.

“Sudah dijelaskan bahwa pada tanggal tersebut saudara Novel ini sedang berada di tempat lain dan sedang mengisi kegiatan pribadi dan kegiatan rutin. Jadi tidak ada di Masjid Al Falah Pejompongan. Kalau pun ada di Masjid Al Falah Pejompongan bukan tanggal 30,” ujar Krist di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, Novel memang kerap kali mengisi acara di Masjid tersebut. Alasannya, rumah Novel berada di sekitar Masjid Al Falah itu. Namun Novel tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Jadi memang terbiasa mondar mandir dan berada bahkan mengisi rutin kegiatan ceramah baik itu ramadhan Jumatan maupun pengajian rutin dan lain sebagainya. Jadi Masjid Al Falah bukan Masjid yang asing untuk Pak Novel ini,” terang Krist.

Seperti diketahui, Novel dimintai keterangan terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Ia tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.40 WIB.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman, di Gedung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019). Ia menjalani pemeriksaan selama 11 jam dan dicecar 20 pertanyaan terkait rekaman CCTV di Masjid Al Falah.

Ninoy Karundeng diculik oleh sekelompok orang saat aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Saat itu, Ninoy mengambil gambar orang-orang yang terkena gas air mata saat aksi tersebut.

Melihat hal itu, massa langsung merampas ponsel Ninoy dan membawa Ninoy ke sebuah masjid untuk diinterogasi perihal alasan ia memotret aksi di lokasi tersebut. Namun tak hanya mengintrogasi, para pelaku sempat menganiaya Ninoy.

Selanjutnya, Ninoy dipulangkan oleh para pelaku keesokan harinya, Selasa (1/10/2019). Atas kejadian tersebut, Ninoy pun melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Selasa malam.

Kini polisi pun telah menetapkan 13 tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut. Adapun para tersangka itu, yakni Bernard Abdul Jabbar, Fery alias F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. (firda/yp)