Friday, 18 October 2019

Kuliner Kelapa Bakar dengan 16 Ramuan di Indramayu Ini Laris Manis

Kamis, 10 Oktober 2019 — 7:13 WIB
Kelapa bakar

Kelapa bakar

INDRAMAYU  –  Penjual kelapa bakar pada musim kemarau laris manis. Sehari mampu terjual 50 butir. Pelanggannya lebih banyak para pekerja proyek Pertamina dan para pengendara kendaraan bermotor.

Maklum, Aris, 35 penjual kelapa bakar ini setiap sore membuka dagangan di tepi jalan provinsi Patrol – Anjatan, tepatnya di Desa Anjatan Utara.

Menurut Aris, menjual kelapa bakar dilakoni 6 bulan silam. Sebelumnya pada tahun 2009 – 2019  pernah berjualan kelapa bakar. Hanya saja saat itu sempat terhenti,  karena membantu bibinya membuka usaha kelapa bakar di Jakarta Timur.

Baru 6 bulan terakhir ini hijrah ke kampung dan membuka usaha jualan kelapa bakar bersama adik. Kelapa bakar kata Aris dibumbui 16 jenis  ramuan. Di antaranya: lada hitam, beras kencut, madu hitam dan madu manis. Sebagian ramuan itu berasal dari Kalimantan.

kelapa bakar3

“Air kelapa bakar rasanya enak, mirip seperti wedang bandrek. Terasa hangat di badan. Enaknya jika diminum sore atau malam hari. Badan terasa hangat dan tidurpun makin pulas ” katanya.

Dikatakan, air kelapa bakar yang sudah dibubuhi 16 macam jenis ramuan itu  konon dipercaya  memiliki  banyak kasiat. Misalnya,  meringankan gejala masuk angin, memperlancar peredaran darah, buang air kecil makin lancar, tidur makin pules dan air kelapa bakar yang diminum saat masih hangat atau  panas bisa mengeluarkan racun dalam tubuh bersama sama keluarnya keringat.

Makanya, kata Aris, minum air kelapa bakar ini disarankan kwtika suhunya masih hangat atau panas. Selama kelapanya belum dibuka,  suhu panas air kelapa bakar ini katanya  mampu bertahan hingga  3 jam.

Soalnya kata Aris, pembakaran kelapanya dilakukan selama 2 jam,  sampai kelapnya  masak. Tanda kelapa itu sudah masak, jika  kulit kelapa sudah berubah dari yang tadinya keras jadi empuk dan menghitam gosong.

Tungku pembakaran kelapa berkapasitas 26 butir. Pembakaran menggunakan arang atau batok kelapa tua yang sudah dikeringkan. (taryani/win)