Tuesday, 15 October 2019

Minimarket Tanpa Ijin di Pasar Minggu Terancam Dibongkar

Kamis, 10 Oktober 2019 — 20:28 WIB
Minimarket yang terancam akan dibongkar karena tidak memiliki ijin. (wandi)

Minimarket yang terancam akan dibongkar karena tidak memiliki ijin. (wandi)

JAKARTA – Keberadaan minimarket tanpa izin di Jalan Salihara Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, di ujung tanduk.

Pasalnya, selain karena tidak hanya distop operasional, minimarket ilegal bernuansa warna merah dan putih itu, juga terancam dibongkar.

Kepala Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Selatan, Syukria, mengakui pihaknya telah merekomendasikan bangunan minimarket tersebut dibongkar paksa oleh Satpol PP.

“Lokasi ini (minimarket) sudah direkomtek ke Satpol PP, sejak bulan Juli 2019, lalu, ” kata Syukria, Kamis (10/10).

Saat ini, lanjut Syukria, penindakan terhadap bangunan minimarket yang sudah dipasangi segel merah itu, bukan lagi menjadi kewenangan pihaknya. Pasca direkomtek Suku Dinas Citata, penindakan melalui pembongkaran paksa menjadi kewenangan Satpol PP

Sementara itu, Omen, salah seorang staf legal minimarket mengakui kalau pembangunan minimarket yang dilakukan pihaknya hingga kini belum dilengkapi izin mendirikan bangunan (IMB). Meski demikian, pihak Citata Kecamatan Pasar Minggu mengizinkan pelaksanaan pembangunan hingga rampung.

“Katanya IMB bisa menyusul. Apalagi kita kan dikejar target, karena lahannya juga ngontrak,” ujar Omen.

Seperti diketahui sebelumnya, meski telah disegel oleh petugas karena melanggar perizinan, minimarket di Jalan Salihara Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tetap nekat akan beroperasi. Hal ini membuat geram Asisten Pemerintahan Kotamadya Jakarta Selatan Mahludin.

“Saya akan minta Satpol PP dan Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan untuk meninjaunya. Jika benar tidak ada ijin ya harus di bongkar,” kata Mahludin, beberapa waktu lalu.

Menurutnya,  penyegelan terhadap bangunan tersebut karena ada pelanggaran IMB yang dilakukan. Oleh karena itu, dia meminta Satpol PP menertibkan minimarket tersebut jika memang tidak memiliki dokumen perizinan.

Sedangkan Camat Pasar Minggu Agus Irianto, menambahkan seharusnya kalau sudah disegel tidak bisa beroperasi. Meski begitu pihaknya belum mendapat laporan terkait penyegelan minimarket dari pihak Citata Kecamatan Pasar Minggu.

“Disegel karena tidak ada izin atau karena apa saya juga tidak tahu. Saya baru pulang haji, “kata Agus Irianto, sambil menyarankan agar penyegelan minimarket bernuansa cat merah dan putih itu ditanyakan kepada pihak Suku Dinas Citata. (wandi/tri)