Friday, 18 October 2019

Ninoy Karundeng Sebut Pernyataan Pengurus DKM Masjid Al Falah Tak Benar

Kamis, 10 Oktober 2019 — 23:31 WIB
Ninoy Karundeng (baju hijau) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firdha)

Ninoy Karundeng (baju hijau) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firdha)

JAKARTA – Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, menampik pernyataan yang disampaikan oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Falah, Iskandar.

Sebelumnya, Iskandar sempat mengatakan bahwa tidak ada peristiwa penganiayaan terhadap Ninoy di Masjid tersebut, pada Senin (30/9/2019). Namun, Ninoy membantah pernyataan tersebut.

Ia mengungkapkan, Iskandar tidak ada di lokasi saat aksi penganiayaan itu terjadi terhadap dirinya. Ia menilai, Iskandar justru memberikan pernyataan palsu.

“Saya sebagai korban, apa yang disampaikan oleh Bapak Iskandar, saya tidak pernah melihat Bapak Iskandar di dalam masjid tersebut,” ujar Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

Oleh karena itu, Ninoy pun meminta agar agar Iskandar memberikan klarifikasi terkait pernyataannya kepada awak media. Bahkan ia tidak segan untuk melaporkan Iskandar ke polisi dengan dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Saya mohon Bapak Iskandar untuk mencabut, memberikan klarifikasi bahwa apa yang disampaikan tidak benar. Jika tidak dilakukan, saya sebagai orang yang mengalami pemukulan, saya akan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penyebaran berita bohong,” terang Ninoy.

Seperti diketahui, Ninoy Karundeng diculik oleh sekelompok orang saat aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Saat itu, Ninoy mengambil gambar orang-orang yang terkena gas air mata saat aksi tersebut.

Melihat hal itu, massa langsung merampas ponsel Ninoy dan membawa Ninoy ke sebuah masjid untuk diinterogasi perihal alasan ia memotret aksi di lokasi tersebut. Namun tak hanya mengintrogasi, para pelaku sempat menganiaya Ninoy.

Selanjutnya, Ninoy dipulangkan oleh para pelaku keesokan harinya, Selasa (1/10/2019). Atas kejadian tersebut, Ninoy pun melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Selasa malam.

Kini polisi pun telah menetapkan 13 tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut. Adapun para tersangka itu, yakni Bernard Abdul Jabbar, Fery alias F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Ke-12 tersangka pun telah ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. Sementara tersangka TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan. (firda/win)