Friday, 18 October 2019

Operasi Nila Jaya Polda Metro Jaya Jaring 410 Tersangka

Kamis, 10 Oktober 2019 — 17:53 WIB
Tersangka yang ditangkap dalam Operasi Nila Jaya yang digelar Polda Metro Jaya. (firda)

Tersangka yang ditangkap dalam Operasi Nila Jaya yang digelar Polda Metro Jaya. (firda)

JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya beserta polres jajarannya menggelar Operasi Nila Jaya untuk memberantas penyalahgunaan narkoba.

Operasi digelar sejak 18 September hingga 2 Oktober 2019. Dari hasil operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil menangkap 410 tersangka. Enam di antaranya adalah warga negara asing (WNA).

Adapun barang bukti yang disita berupa 56,54 kg sabu, 13,08 kg ganja, 227 butir ekstasi, 59,67 gram heroin, 481 butir H-5, 33.080 butir Baya dan 259 gram tembakau gorilla.

“Daripada tersangka itu, kita klasifikasikan bandar (narkoba) lima orang, pengedar (narkoba) 371 orang, dan pemakai (narkoba) 34 orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, enam tersangka WNA itu terdiri dari dua WN Thailand, satu WN Kenya dan tiga WN Iran. Masing-masing tersangka memiliki modus yang bervariasi untuk menyelundupkan barang haram tersebut.

Salah satu modus yang dilakukan oleh WNA ialah menyelundupkan narkoba ke Indonesia dengan menyimpan kedalam alat kontrasepsi lalu dimasukkan ke dalam organ vital.

“Modusnya (penyelundupan narkoba) ada yang dibungkus dengan kontrasepsi, ditelan, dan dimasukkan ke tas atau kaleng biskuit,” jelas Argo.

Adapun para pengguna narkoba memperoleh barang haram tersebut dari para pengedar dengan berbagai cara, di antaranya ditempel di tiang listrik dan dibungkus dalam kemasan makanan.

Argo mengungkapkan, antara pengedar, kurir dan pengguna narkoba tidak saling mengenal.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup. (firda/yp)