Wednesday, 13 November 2019

Pembangunan Trotoar dan Galian di Jalan Otista Dikeluhkan Warga

Kamis, 10 Oktober 2019 — 8:21 WIB
kondisi pembangunan di jalan Otista Raya yang menjadi penyebab kemacetan. (Ifand)

kondisi pembangunan di jalan Otista Raya yang menjadi penyebab kemacetan. (Ifand)

JAKARTA – Pembangunan trotoar dan galian kabel di sepanjang Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, dikeluhkan warga. Pasalnya, sudah hampir tiga minggu belakangan ini, kemacetan parah kerap terjadi akibat pembangunan yang membuat jalan menjadi semakin sempit.

Keluhan itulah yang sebagian besar disampaikan para pengguna kendaraan bermotor yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Jalur yang sebelumnya ada tiga, kini tersisa satu sehingga membuat kendaraan tak bisa melintas dengan lancar. “Gara-gara pembangunan di sepanjang jalan Otista ini jadi bikin macet yang sangat parah,” kata Firdaus, 32, pengguna jalan.

Menurutnya, pengerjaan proyek harusnya dilakukan satu-satu dulu. Jangan dilakukan seperti sekarang ini dimana mengerjakan trotoar dan juga buat lubang yang memakan badan jalan. “Ini kok proyek bisa dikerjakan bersamaan. Satu proyek saja sudah macet, ini lagi ditambah ada dua, galian kabel sama trotoar,” ujarnya.

Ia mengaku sering kali mengalami kemacetan meski melintas bukan saat jam sibuk, seperti siang menjelang sore hari. Kemacetan itu pun terjadi di dua arah baik ke arah Matraman maupun ke arah Kramajati. “Ini harus dievaluasi, masa kita semua dirugikan akibat pembangunan ini,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Kasatpel Bina Marga Kecamatan Jatinegara, Cahyo Edi Wibowo mengatakan, saat ini memang terdapat sejumlah proyek pembangunan dari tingkat kota, provinsi dan bahkan berskala nasional. Salah satunya adalah pelebaran trotoar di ruas Jalan Otista yang digarap Dinas Bina Marga. “Yaitu pembangunan trotoar di Jalan Otista Jatinegara sampai sebelum fly over Kompor Cawang,” katanya.

Kemudian, proyek galian kabel yang ditangani oleh PT PLN yang juga berada di Jalan Otista Raya dan memakan bahu jalan kurang lebih 2 meter. Proyek tersebut merupakan bagian dari program penataan kabel-kabel utilitas berdasarkan Ingub 126 tahun 2018 tentang penataan dan penerbitan utilitas.

“Karena kedepannya, dimulai di jalan-jalan arteri kemudian menyebar ke jalan lingkungan, akan disiapkan main hole bersama. Dimana kabel-kabel utilitas akan berada di bawah tanah dan tak boleh lagi membentang bersama tiang-tiang di atas tanah,” terangnya. (ifand/yp)