Tuesday, 15 October 2019

Sekjen PA 212 Minta Penangguhan Penahan, Ini Kata Polisi

Kamis, 10 Oktober 2019 — 15:08 WIB
Kabid Humas Polda Metrp Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (firda)

Kabid Humas Polda Metrp Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (firda)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar telah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Menanggapi surat permohonan penangguhan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kalau hal itu merupakan hak tiap tersangka. Sehingga pihaknya mempersilahkan jika memang Bernard mengajukan permohonan penangguhan itu.

“Namanya penangguhan itu hak dari pada tersangka, keluarga tersangka ya itu silakan saja mengajukan penangguhan penahanan,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

(BACA: Sekjen PA 212 Minta Penangguhan Penahanan)

Namun perihal dikabulkan atau tidaknya surat penangguhan itu, kata Argo, tergantung kepada penyidik. Pasalnya hal itu merupakan kewenangan dari penyidik untuk mengabulkan permohonan penangguhan dari tersangka.

“Nanti kewenangan mengabulkan atau tidak di penyidik yang sebagai kompeten memberikan penilaian,” sambungnya.

Sebelumnya, Bernard Abdul Jabbar telah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, pada Rabu siang (9/10/2019). Hal ini disampaikan oleh tim kuasa hukum Bernard, Aziz Yanuar.

Pasalnya, Bernard memiliki riwayat penyakit diabetes dan juga stroke. Karena khawatir penyakit Bernard semakin parah akibat mendekam di rutan, maka pihaknya pun mengajukan permohonan penangguhan.

“Memang sedang perawatan dan kami sangat khawatir kalau misalnya penahanan ini dilanjutkan karena takutnya semakin memburuk,” kata Aziz. (firda/mb)