Tuesday, 15 October 2019

Transaksi di Rumah Makan, Pengedar Sabu Ditangkap

Kamis, 10 Oktober 2019 — 16:36 WIB
Barang bukti narkoba yang disita.(koesma)

Barang bukti narkoba yang disita.(koesma)

LAMPUNG – Transaksi sabu di rumah makan di Jalan Lintas Sumatera, seorang pemuda inisial AM (27) warga Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan, diamankan pada Rabu (9/10/2019) malam.

Kasat narkoba AKP I Made Indra Wijaya menjelaskan penangkapan AM  berawal  dari informasi masyarakat bahwa di salah satu rumah makan di jalan lintas Sumatera Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan sering di jadikan transaksi narkotika atau tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Petugas yang mendapatkan informasi, melakukan penyelidikan pada hari Rabu tanggal 09 Oktober 2019 sekira Jam 23. 00 WIB.  Beberapa waktu kemudian di depan rumah makan Ngawi Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan, anggota Satresnarkoba Polres Way Kanan meliha tada seorang laki-laki dengan gerak gerik yang mencurigakan.

Hasilnya benar saat petugas menghampiri ke arah laki-laki itu, terduga pelaku berusaha melarikan diri sambil  membuang bungkusan dari tangan kanannya.  Tapi petugas berhasil meringkus AM terlebih dahulu tanpa perlawanan.

Pelaku kemudian disuruh menunjukan barang yang dibuang sebelumnya, saat dibuka dan dilihat bersama dengan AM rupanya bungkusan tersebut berisi satu bungkus plastik klip bening ukuran kecil berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu berat bruto 0,15 gram yang di bungkus dengan plastik permen KISS warna merah.

Selain itu, hasil penggeledahan pada badan AM ditemukan barang yang ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika berupa dua batang pipet plastik yang disimpan pada kantong jaket warna hitam sebelah kiri.

Lebih lanjut AKP I Made l AM beserta barang bukti lansung diamankan dan dibawa ke Polres Way Kanan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut

Atas perbuatanya pelaku dapat dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun paling lama 12 tahun,” tutur Kasatnarkoba. (koesma/tri)