Tuesday, 15 October 2019

Warga Tanjung Duren Butuh Septitank Ber-DP Nol Rupiah

Kamis, 10 Oktober 2019 — 7:14 WIB
WC

HARI gini masih BAB (Buang Air Besar) sembarangan, apa kata dunia? Ini bukan kata dunia, tapi kata Kasudin Kesehatan Jakbar, Kristi Watini. Warga Tanjung Duren Utara (Grogol Petamburan) hingga kini masih buang tinja ke kali. Ini masalah kemiskinan, sehingga Gubernur Anies perlu tawarkan septitank ber-DP nol rupiah!

Jaman Icuk Sugiarto jadi bintang dunia perbulutangkisan tahun 1980-an, dia mampu bikin toilet di rumahnya seharga Rp6 juta, kalau sekarang mungkin Rp 60 juta. Betapa mewahnya toilet itu. Sudah pasti ber-AC, pakai kloset duduk lengkap dengan shower dan gantungan handuk mewah. Itu bisa dilakukan,  sebab meski hanya pukuli bulu itik bisa menghasilkan uang banyak.

Sebaliknya warga Tanjung Duren Utara sebagaimana yang diberitakan beberapa hari lalu, mereka sampai tak punya septitank di rumah masing-masing juga karena kemiskinan. Sudah lahan sempit, kantongnya juga sempit. Akhirnya ambil praktis saja. Setiap warga bikin kloset pembuangannya langsung diarahkan ke kali. Jika kali sedang mengalir, maka sekali plung……langsung lappp….hilang sampai jauh.

Cerita ini diperoleh dari Kasudin Kesehatan Jakbar, Kristi Watini. Bu Walikota, Ny. Luciawati Rustam Effendi, tentu saja malu mendengarnya. Masak di jaman now yang serba milenial, BAB kok asal kontal? Padahal bila hal ini terus berlangsung, bakal menimbulkan penyakit bagi warga sekitar kali.

Membuat septitank meski yang sederhana, dibutuhkan dana minimal Rp 3 juga. Baik itu untuk mengecor lantai, penutup septitank yang juga dari beton, termasuk plumbingnya. Bagi keluarga yang tidak mampu, tinggal di kawasan kumuh lagi, duit segitu sangat banyak jumlahnya. Mereka tak mampu jika tanpa dibantu pihak lain.

Apakah ada developer yang siap bangun septitank murah meriah? Developer dari Hongkong? Maka jalan satu-satunya hanyalah menunggu uluran tangan Pemprov DKI, apa lagi Gubernur Anies punya motto yang sangat makjleb: maju kotanya, bahagia warganya.

Demi keberpihakan pada si miskin, Gubernur Anies jangan hanya getol memperlebar trotoar di mana-mana, tapi perlu juga sisihkan dana untuk warga Tanjung Duren Utara ini. Bila sayang pakai dana APBD, bisa membangun septitank massal bekerja sama dengan bank, nanti program itu diberi nama: septitank ber-DP nol rupiah. Warga pasti sangat tertarik. (gunarso ts)