Tuesday, 15 October 2019

Wiranto Ditusuk, Bupati: Pelaku Orang Luar Bikin Rusak Nama Pandeglang

Kamis, 10 Oktober 2019 — 21:53 WIB
Bupati Pandeglang, Irna Narulita, usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto.   (yendhi)

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto. (yendhi)

JAKARTA – Bupati Pandeglang, Irna Narulita, mengutuk pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam, Wiranto. Pasalnya, kejadian tersebut tidak hanya mencoreng nama baik Pandeglang tetapi juga merugikan pemerintahan yang dia pimpin.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, atas nama masyarakat Pandeglang, sangat menyesalkan kejadian yang tidak terpuji itu dan ini mencoreng nama baik Kabupaten Pandeglang dan masyarakat Pandeglang karena pelakunya adalah bukan orang Pandeglang,” kata Irna di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Irna telah menyampaikan permintaan maafnya kepada isteri Wiranto, Rugaiya Usman, atas insiden penusukan tersebut. Baik ketika Wiranto hendak dinaikkan ke helikopter juga saat berkunjung ke RSPAD.

“Kami sebagai Bupati Pandeglang kapasitasnya, sangat mengutuk perbuatan tersebut dan sangat merugikan sekali perbuatan tersebut karena preseden buruk bagi kami. Menurut kami sangat biadab,” tegas Irna.

Dia mengaku sempat bertemu dengan pelaku penusukan yakni RA alias Abu Rara ketika diamankan di Polsek Menes. Saat itu Irna sempat marah kepada pelaku lantaran ulahnya yang berdalih jihad namun justru merugikan masyarakat luas.

“Saya sempat juga marah kepada pelaku tersebut karena saya sempat ketemu di Polsek, saya sampaikan ‘kalau kalian mau jihad mau ibadah caranya tidak seperti ini, karena ini mencoreng sekali nama baik kami’,” ucap dia.

Saat ini, lanjut Irna, Kabupaten Pandeglang tengah butuh bantuan dari pemerintah pusat untuk berbagai program percepatan pembangunan. Sehingga dia berharap peristiwa ini tidak berdampak pada berkurangnya perhatian dari pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan tetap bapak Presiden memberikan dukungan pembangunan di Banten Selatan yaitu Pandeglang,” tandas Irna. (yendhi/yp)