Tuesday, 15 October 2019

Diskusi Bersama Warek-3 Bidang Kemahasiswaan, Polisi: Demo Jangan Rusuh

Jumat, 11 Oktober 2019 — 8:59 WIB
Polres Metro Jakarta Barat bersama Kodim 0503/JB gelar silaturahmi dan diskusi bersama Warek-3 bidang Kemahasiswaan Se-Jakarta Barat.(ilham)

Polres Metro Jakarta Barat bersama Kodim 0503/JB gelar silaturahmi dan diskusi bersama Warek-3 bidang Kemahasiswaan Se-Jakarta Barat.(ilham)

JAKARTA –  Polres Metro Jakarta Barat bersama Kodim 0503/JB menggelar silaturahmi dan diskusi bersama Warek-3 bidang Kemahasiswaan Se-Jakarta Barat di Ballroom Victory 2-3 Hotel Ciputra Jakarta Barat, Rabu (9/10/2019).

Di hadapan mahasiswa, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, fenomena demonstrasi penyampaian pendapat di muka umum merupakan tanggung jawab bersama.

“Penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh UU dimana Polri wajib memgamankan adanya mekanisme pemberitahuan kepada Polri serta adanya hak dan kewajiban yang harus ditaati,” ucap Kombes Hengki.

Namun dalam pelaksanaannya, jelas Hengki ada fenomena lain yang sangat identik dengan kejadian tanggal 21-22 Mei yaitu mengarah kepada kerusuhan.

“Demontrasi mulai melibatkan mahasiswa dan pelajar. Disamping demo yang elegan ternyata ada juga mengusung faham khilafah dan demonstrasi yang bertujuan menggagalkan pelantikan Presiden,” katanya.

Fenomena anarko (aliran yang mengusung kekerasan/anarki) sudah masuk Jakarta Barat.

“Ada rencana dari mereka untuk mencari triger dan martir untuk menggulingkan pemerintah jangan sampai mahasiswa jadi korban,” pungkasnya.

Sementara, Dandim 0503 Jakarta Barat Kolonel Kav Valian Wicwmaksono menuturkan,  kejadian dalam kurun 2 minggu terakhir berimbas di wilayah Jakarta Barat pada pada tanggal 3, 24, 25, dan 30.

Khususnya wilayah Slipi yang berbatasan langsung dengan gedung DPR/MPR RI, akhirnya dibubarkan paksa karena relatif anarkis.

“Ada massa bertujuan ingin membenturkan TNI dan Polri. Akan tetapi TNI dan Polri di Jakarta Barat sangat solid. Apabila ada massa yang anarkis maka itu yang harus dihalau oleh TNI,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Adiyanto Direktur Kemahasiswaan Universitas Tarumanegara menjelaskan, aksi mahasiswa Untar selalu berkoordinasi dengan pihak Universitas.

“Dari Universitas menyarankan agar silahkan melaksanakan Unras akan tetapi sesuai dengan UU yang berlaku,” katanya.

Direktur Kemahasiswaan STIE Trisakti, Teguh menyampaikan, pihak kampus telah mengeluarkan pernyataan bahwa perkuliahan berjalan seperti biasa.

Sementara, pihak senat mahasiswa mengatakan tidak turun namun kenyataanya ada yang turun dan itu menjadi tanggung jawab pribadi.

Hal yang sama pun dikatakan Widodo selaku Warek III Non Akademik Univirsitas Empu Tantular, ia mengharapkan adanya sosialisai masalah keamanan dari Polri terkait bahaya narkoba dan radikalisme di lingkungan Kampus.

“Dari Polri dan TNI diharapkan menjadi Inspektur upacara atau melatih displin PBB baris-berbaris di kampus,” harapnya. (ilham/tri)