Tuesday, 15 October 2019

Jaga Kebudayaan, Ibu Bhayangkari Serahkan Baju Adat Nikah

Jumat, 11 Oktober 2019 — 5:11 WIB
ketua ibu Bhayangkari Tri Suswati Tito Karnavian saat memberikan baju adat nikah. (Ifand)

ketua ibu Bhayangkari Tri Suswati Tito Karnavian saat memberikan baju adat nikah. (Ifand)

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mendapat perbendaharaan baru untuk pelestarian budaya yang ada di tanah air. Kamis (10/10), istri-istri polisi atau biasa ibu Bhayangkari memberikan bantuan baju adat pernikahan dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Ketua ibu Bhayangkari, Tri Suswati Tito Karnavian mengatakan, bantuan yang diberikan pihaknya untuk menjaga kebudayaan. Semua itu pun bisa terwujud berkat dukungan dari semua ibu Bhayangkari seluruh Indonesia. “Kami ingin kebudayaan ini terus tumbuh, makanya kami sengaja menyiapkan semua ini,” katanya, Kamis (10/10/2019).

Dikatakan Ny. Tito, pihaknya sengaja memilih TMII karena banyak kenangan dan pelajaran yang didapat ditempat tersebut. Dimana di masa kecilnya, untuk pertama kali ia diajak orangtuanya datang ke TMII untuk berlibur. “Begitu saya masuk saya sangat senang melihat beraneka ragam, pulau buatan, rumah adat, naik kereta gantung, itu semua waktu saya masih SD,” kenangnya.

Dari pengalaman itu, Ny. Tito pun bersama rekan-rekan lainnya mencoba untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Karena dengan hal itu, ia berharap pelestarian budaya terus tumbuh seperti apa yang ia dapatkan pertama kali datang ke TMII. “Dibayangan saya, saya ingin anak-anak yang datang ke tempat ini semakin mencintai kebudayaan Indonesia,” ungkapnya.

Meski saat ini teknologi sudah semakin canggih, Ny. Tito mengaku kepedulian ini harus terus tumbuh. Karena dirinya yakin orangtua masih perlu TMII untuk mengajarkan anak-anak akan budaya dan semua yang ada didalamnya. “Saya juga mengapresiasi TMII yang terus menjaga kebudayaan Indonesia agar semua anak-anak Indonesia tahu akan sejarah,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama TMII, Tantribali Lamo menambahkan, bantuan yang diberikan oleh ibu Bhayangkari merupakan dukungan yang sangat luar biasa. “Apa yang ibu Kapolri sampaikan ke kami adalah prestasi yang luar biasa. Apalagi bantuan yang diberikan dari Polri ini merupakan yang pertama kali dilakukan,” ujarnya.

Ditambahkan Tantribali, TMII ini awalnya tidak dirancang sebagai tempat rekreasi namun sebagai wadah untuk tetap menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, pihaknya pun memadukan semua itu agar kebudayaan yang ada di Indonesia tetap tumbuh di hati masyarakat. “Kami juga bersyukur tempat pelestarian budaya ini setiap tahunnya terus dipadati pengunjung yang semakin meningkat untuk melihat kebudayaan yang ada,” pungkasnya. (ifand/yp)