Tuesday, 15 October 2019

Roda itu Terus Berputar

Jumat, 11 Oktober 2019 — 8:31 WIB
naik gerobak

BEGINILAH hidup ada yang datang ada yang pergi. Ada yang lahir, ada juga yang berpulang. Ada yang baru saja duduk berkuasa, ada juga yang lengser, meningalkan kursi kedudukannya. Begitu seterusnya.

Gambaran tersebut, terjadi secara nyata. Seorang kiper  Persela Lamongan meninggal dunia ketika sedang membela kesebelasannya. Sebenarnya dia masih bersemangat untuk terus mempertahankan gawang. Tapi apa daya, Tuhan  berkehendak lain.

Di tempat lain, yakin pada hari yang sama banyak bayi yang dilahitrkan dari rahim para ibu ke dunai ini. Dan, diantaranya bisa jadi akan ada yang menggantikan almarhum sebagai kiper sepak bola yang handal.

Nah, sekarang tengok di Ibukota, pekan ini sedang melepas dan menerima pejabat yang lama dan baru. Yang lama pergi meninggalkan balai kota, yang baru, masuk ke gedung yang sama.

Dalam kondisi mment apakah kematian, kelahiran, naik pangkat, naik jabatan, turun dari kursi jabatan pasti ada perasaan duka cita dan suka cita, dan air mata.

Nah, nbagi ang naik jabatan, sudah oastilah iyu air mata bahgai. Namun, bagaimana makna air mata bagi yang lengeser? Yang ini, kayaknya sulit untuk diterjemahkan. Karena, soal jabat-menjabat, masih banyak orang yang ingin terus mempertahankan, kalau boleh maunya sih seumur hidup?

Sudahlah, dunia memang harus berputar. Mengapa mau mencoba menghentikannya? Janganlah, itu semua urusan Yang Maha Mengatur. Dan ikuti saja perputarannya, bisa jadi sekarang di bawah, siapa tahu nanti bakalan di atas?

Tapi, kalau sudah di atas ingat yang di bawah, dan jangan lupa turun!  (massoes)