Tuesday, 15 October 2019

Manfaatkan Tanah Negara

Satpol PP Jakbar Kerahkan Buldoser Saat Bongkar 6 Warung di Slipi

Jumat, 11 Oktober 2019 — 1:10 WIB
Satpol Pamong Praja (PP) Jakbar mengerahkan satu unit buldoser saat membongkar enam warung di lahan negara di kawasan bunderan Slipi, Kecamatan Palmerah. (Rachmi)

Satpol Pamong Praja (PP) Jakbar mengerahkan satu unit buldoser saat membongkar enam warung di lahan negara di kawasan bunderan Slipi, Kecamatan Palmerah. (Rachmi)

JAKARTA – Satpol Pamong Praja (PP) Jakarta Barat mengerahkan satu unit buldoser saat membongkar enam warung di lahan negara kawasan bunderan Slipi, Kecamatan Palmerah.

Saat penertiban berlangsung, sejumlah pemilik bangunan semi permanen itu nampak pasrah dan tertunduk lesu melihat tempat usahanya rata dengan tanah. Tidak ada perlawanan maupun protes terhadap petugas gabungan yang dipimpin Kasatpol PP Jakbar, Tamo P. Sijabat.

“Mau gimana lagi? Wong saya memang salah nempati tanah negara, untuk sementara mau numpang di rumah saudara,” keluh satu pedagang kaki-5 yang belasan tahun menempati lokasi terlarang di kawasan Slipi, Kamis (10/10/2019).

Kasatpol PP Jakbar, Tamo P Sijabat menjelaskan pihaknya melakukan sosialisasi dan sejumlah peringatan kepada enam pemilik bangunan liar yang puluhan tahun mengokupasi tanah Pemprov DKI Jakarta di kawasan bunderan Slipi di Jalan S. Parman-Jalan Palmerah Utara, Kelurahan Palmerah.

“Kami beberapa kali mengingatkan penghuni di bunderan Slipi ini supaya segera meninggalkan lokasi karena membuat kawasan jadi semrawut. Tapi ternyata tidak digubris, sehingga hari ini kami tertibkan,” tandas Tamo.

Situasi penertiban berlangsung kondusif, sehingga mempercepat ruang gerak puluhan personil gabungan dalam mengamankan aset negara tersebut.

Tamo menambahkan pasca ditertibkan, aset negara itu akan direfungsikan menjadi taman oleh Suku Dinas Kehutanan Jakbar. Selain untuk mendukung keindahan lingkungan dan memperbanyak ruang terbuka hijau juga terpenting mencegah serbuan kembali oleh pedagang kaki-5. (rachmi/tri)