Friday, 15 November 2019

Keren, Penari Anjungan DKI Tampil dalam Pagelaran Sendratari Ramayana

Minggu, 13 Oktober 2019 — 23:59 WIB
Penari-penari dari anjungan DKI yang tampil dalam sendratari Ramayana. (ifand)

Penari-penari dari anjungan DKI yang tampil dalam sendratari Ramayana. (ifand)

JAKARTA – Penari dari anjungan DKI Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dipercaya untuk tampil dalam pagelaran Sendratari Ramayana, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (13/10/2019). Mereka pun mengaku bangga bisa ikut andil dalam pagelaran yang sudah ada sejak puluhan tahun ini.

Kepala UPT Anjungan dan Graha Wisata TMII, Fadlan Zuhran mengatakan, pihaknya mengaku sangat bersyukur bisa ikut terlibat dalam kegiatan Sendratari Ramayana. Pasalnya, pagelaran yang ditampilkan itu merupakan produk yang sudah puluhan tahun ada.

“Ini merupakan apresiasi yang tinggi untuk kami bisa ikut tampil,” katanya, Minggu (13/10/2019).

Fadlan menerangkan, dalam kegiatan itu pihaknya menampilkan tari lenggang nyai. Tarian yang menyajikan kreasi baru itu mengisahkan gadis-gadis cantik dari cerita legenda nyai Dasima. “Mereka yang tampil itu pun para penari binaan anjungan DKI yang selama ini tampil dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.

Plh Direktur Penelitian dan Pengembangan Budaya TMII, Sigit Gunarjo mengatakan, pagelaran Ramayana ini merupakan ikon TMII sejak puluhan tahun lalu. Hal itu disiapkan agar para pecinta kebudayaan tak perlu jauh-jauh ke candi Prambanan untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

“Ramayana ini biasanya digelar di panggung terbuka Roro Jonggrang, Prambanan, namun kami garap juga di TMII,” tuturnya.

Sigit menambahkan, digelarnya kegiatan itu di TMII karena kepedulian TMII sebagai salah satu wahana pelestarian budaya. Kegiatan ini pun sudah berlangsung sejak lama, dan sudah memasuki generasi keempat.

“Dulu kami gelar setiap bulan, namun karena banyaknya kegiatan kami jadikan 3 bulan sekali dan tak mengurangi cerita yang ada,” ungkapnya.

Melalui kegiatan itu juga, sambung Sigit, pihaknya ingin menanamkan kebudayaan kepada anak-anak sejak dini, agar mereka semakin cinta dengan seni dan budaya. Apalagi saat ini anak-anak merupakan generasi milenial dan di jaman yang serba teknologi, kebudayaan dari luar terus masuk.

“Oleh sebab itu benteng terakhir untuk generasi mencintai budaya dengan cara memberikan virus kebudayaan Indonesia melalui latihan menari, musik, lagu daerah,” pungkasnya. (ifand/ys)

Terbaru

Barang bukti yang diamankan
Jumat, 15/11/2019 — 17:09 WIB
Komplotan Copet di Konser Musik Digulung
Pasca gempa Magnitudo 7,1 guncang Ternate, beberapa bangunan mengalami kerusakan. (Twitter/@BNPB_Indonesia)
Jumat, 15/11/2019 — 16:51 WIB
Gempa Mag 7,1 di Maluku Utara Rusak 19 Bangunan
Pasar Jaya Launching E-Office - ist
Jumat, 15/11/2019 — 16:02 WIB
Pasar Jaya Launching e-Office