Friday, 22 November 2019

Jadi Tersangka di KPK, Mantan Bupati Seruyan Dilarang ke Luar Negeri

Senin, 14 Oktober 2019 — 23:55 WIB
logo kpk

JAKARTA – Mantan Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah, Darwan Ali, dilarang berpergian ke luar negeri setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Darwan, KPK juga meminta pencegahan ke luar negeri terhadap Direktur PT. Swa Karya Jaya (PT. SKJ).

“KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap 2 orang selama 6 bulan terhitung 15 agustus 2019 sd 15 feb 2020, yaitu DAL, Bupati Seruyan, dan Tju Miming Aprilyanto, Direktur PT. SKJ,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (14/10/2019) malam.

Sebelumnya, KPK menetapkan Darwan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek Pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung Kabupaten Seruyan tahun 2007-2012. Ia diduga mengatur agar proyek tersebut dimenangkan oleh PT SKJ yang salah satu direkturnya merupakan kawan dekat atau pihak yang mendukungnya saat pemilihan kepala daerah.

“KPK mengidentifikasi juga adanya praktek politik transaksional karena diduga pihak swasta yang dimenangkan dalam pengadaan merupakan pihak yang mendukung Bupati saat pemilihan kepala daerah,” sambungnya.

(BacaKorupsi Pelabuhan, Eks Bupati Seruyan Diduga Rugikan Negara Rp20,84 Miliar)

Penetapan tersangka, kata Febri, dilakukan setelah KPK menggelar penyelidikan sejak Januari 2017. Kemudian lembaga antirasuah menemukan bukti permulaan yang cukup hingga memutuskan perkara ini ditingkatkan ke penyidikan.

Seiring itu, KPK pun telah memeriksa 32 orang dari unsur Pemkab Seruyan dan swasta. Termasuk memintai keterangan mantan Direktur Utama PT. Yala Persada Angkasa , panitia pengadaan proyek, pihak Inspektorat Kabupaten Seruyan, dan Anggota DPRD Kabupaten Seruyan.

“Selain itu telah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka DAL (Darwan) di Tebet, Jakarta Selatan dan menyita beberapa dokumen terkait perkara,” imbuh Febri. (ys)