Jika anda sedang membutuhkan situs poker online terbaik Indonesia 2025, silakan kontak kami di PoskotaNews untuk mendapatkan link daftar dan login IDN Poker di situs agen resmi IDN Play terpercaya, Nirwanapoker.

Nikmati semua pertandingan bola sejagat raya, dapatkan odds terbaik di situs judi bola IDN Sport besutan IDN Play dan bersenang-senanglah dengan sesama penggila sepak bola Indonesia di komunitas petaruh bola situs VIO88.

Jika anda ingin bermain Toto Macau dengan hasil maksimal, mulailah dengan membuat prediksi togel yang terencana. Tentukan jumlah putaran, pola angka keluaran dan evaluasi setiap akhir minggu. Dengan sistem seperti ini, taruhan anda akan lebih terkordinasi dan tidak mengandalkan hoki semata. Situs bandar toto togel ARIZONA88 menyediakan tabel pengeluaran Toto Macau 4D yang bisa diakses 24 jam secara gratis. Dengan menggunakan data toto macau di halaman situs ini > https://rattegioielli.com sebagai acuan dalam membuat prediksi togel, itu akan memberi anda keunggulan psikologis dan strategi.

Di acentalaska.com, mereka memahami bahwa masalah kesehatan bisa menakutkan. Itulah sebabnya tim Acent Anchorage berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap pasien. Dokter spesialis meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan unik Anda. Baik konsultasi maupun prosedur bedah di BioPharma Global, Anda dapat mempercayai mereka untuk memprioritaskan kesejahteraan Anda. Bergabunglah dengan komunitas pasien ACENT yang puas hari ini!


Wednesday, 11 December 2019

Mengaku Dianiaya Polisi Saat Demo, 2 Mahasiswa Unkris Lapor ke Propam Polda Metro Jaya

Selasa, 15 Oktober 2019 — 12:13 WIB
Gedung Polda Metro Jaya.(dok)

Gedung Polda Metro Jaya.(dok)

JAKARTA – Sebanyak dua mahasiswa Universitas Krisnadwipayana menjadi korban penganiayaan oleh aparat kepolisian, saat aksi unjuk rasa di sekitar gedung DPR RI, Jakarta, pada 24 September 2019.

Peristiwa ini berawal ketika kedua korban, yakni Gusti Aji Pangestu dan Mohammad Yoverly, berusaha melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian. Saat itu, kedua korban berada di sekitar flyover Ladokgi, sedangkan rombongan mahasiswa Unkris telah berkumpul di Bendungan Hilir.

“Kejadiannya di sekitar JCC. Kita ke sana karena ada gas air mata. Kita terpencar dengan teman-teman, lalu kabur ke sana (JCC Senayan) supaya tidak terkena gas air mata,” ujar Gusti Aji kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Namun saat tengah melarikan diri, keduanya dipanggil oleh aparat kepolisian. Bahkan aparat kepolisian itu disebut-sebut mengancam akan menembak kaki kedua korban apabila tetap berlari.

“Kebetulan ada satu polisi yang melihat saya berdua. Dia ancam kalau saya lari, nanti saya mau ditembak kaki. Akhirnya saya turutin saja kata-kata dia,” sambungnya.

Saat menyerahkan diri, keduanya justru dianiaya oleh aparat kepolisian. Sehingga keduanya mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Akibatnya, Gusti Aji pun dirujuk ke Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat. Sedangkan Yoverly mendapatkan perawatan medis di Bidokkes Polda Metro Jaya.

“Kita disuruh jalan jongkok (di Polda Metro Jaya), dia (polisi) memanggil teman-temannya untuk menghajar kami. (Yang menganiaya) memakai seragam semua, memakai rompi, memakai tutup kepala,” terang Gusti.

Tetapi perihal identitas aparat kepolisian yang menganiaya mereka, Gusti Aji mengaku tak mengetahui identitasnya.

Akibat peristiwa penganiyaan itu, kedua korban pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu ke Propam Polda Metro Jaya. (firda/tri)