Sunday, 17 November 2019

Sidang Kasus Penganiayaan, Ini Eksepsi Kriss Hatta

Selasa, 15 Oktober 2019 — 6:06 WIB
Kriss Hatta di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. (firdha)

Kriss Hatta di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. (firdha)

JAKARTA – Artis FTV Kriss Hatta menjalani persidangan di Pengadilan Begeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019). Dalak sidang itu, dibacakan eksepsi oleh pihak Kriss terkait kasus penganiayaan.

Dalam eksepsi yang dibacakan oleh tim kuasa hukum Kriss Hatta, mereka menyoroti beberapa poin dakwaan. Diduga, dakwaan tersebut melenceng dari fakta hukum yang sebenarnya.

Pertama, pihak kuasa hukum menilai, Jaksa Penuntut Umum (JPU) salah dalam menuliskan tanggal peristiwa tindak pidana dalam kasus tersebut.

“Pada dakwaan tertulis tanggal 7 April 2019, faktanya pada Laporan Polisi No: LP/2109/IV/2019 dan uraian Singkat tertulis pada tanggal 06 April 2019,” ujar salah satu kuasa hukum Kriss membacakan eksepsi di dalam persidangan.

Selanjutnya, JPU dianggap mengabaikan fakta terkait perdamaian antara Kriss Hatta dengan Antony selaku korban pemukulan sekaligus pelapor dalam kasus tersebut.

“JPU tidak cermat dan telah mengabaikan peristiwa hukum tentang perdamaian,” lanjutnya.

Atas hal tersebut, maka pihak Kriss Hatta meminta agar majelis hakim mengabulkan enam permohonan dalam eksepsi tersebut, yaitu:

1. Menyatakan menerima dan mengabulkan Eksepsi / Keberatan Penasehat Hukum atas Surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut.

2 Menyatakan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang dibuat tidak secara cermat, tidak secara jelas dan kabur adalah Batal Demi Hukum (143 ayat (2) huruf b KUHAP);

3. Menyatakan Perkara ini tidak dapat diperiksa lebih lanjut.

4. Memerintahkan Jaksa Penuntut Umum dalam Perkara ini untuk membebaskan Terdakwa Krisdian Topo Khuhatta als Kris Hatta.

5. Menyatakan memulihkan nama baik Terdakwa Krisdian Topo Khuhatta als Kris Hatta.

6. Membebankan biaya perkara aquo kepada Negara.

Guna menanggapi eksepsi dari pihak terdakwa, maka sidang berikutnya ialah tanggapan JPU atas eksepsi tersebut. Sidang itu akan diadakan di PN Jakarta Selatan, pada Rabu (16/10/2019).

Sebelumnya diberitakan, Kriss Hatta ditangkap di sebuah eumah kos di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019) pagi. Saat ditangkap, Kris bersikap kooperatif. Ia didakwa dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP. (firda/yp)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945
Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama