Saturday, 16 November 2019

Carsim, Sulap Kuliner Cimanuk Jadi Mirip Malioboro

Rabu, 16 Oktober 2019 — 9:04 WIB
Kadis Budpar Indramayu, Carsim. (taryani)

Kadis Budpar Indramayu, Carsim. (taryani)

KAWASAN Kuliner Cimanuk (Kulcim) saat ini telah berkembang menjadi salah satu pusat kuliner tradisionil di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tak mengherankan, jika  pada sore hari,  terlebih pada hari-hari libur, Kulcim ibarat magnet yang menyedot perhatian masyarakat.

Suguhan kuliner  yang dijual puluhan pedagang di kawasan Kulcim itu cukup beragam. Mulai dari nasi lengko, pindang gobyang, lotek, rumbah, karedok, rujak, soto, bubur ayam, tahu gejrot, ketoprak, bakso, nasi goreng, mie goreng, nasi rames dan sebagainya. Selain itu,  tersedia juga  aneka jenis minuman,  seperti;  es kelapa muda, es buah, es the thailand, kopi panas, the tubruk, wedang jahe dan sebagainya dengan harga yang cukup terjangkau.

Melalui  kuliner  yang dijual para pedagang  di kios-kios Kulcim para pengunjung  betah berlama-lama singgah di kawasan itu. Kulcim dibangun di atas area  bantaran Sungai Cimanuk. Tepatnya di jalan Siliwangi. Saat ini kulcim kian mendapat perhatian  Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Indramayu, sehingga kawasan Kulcim itu semakin ditata lebih apik.

Puluhan pedagang makanan dan minuman yang ada sebenarnya eks para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya mangkal di sekitar Alun-alun Kabupaten Indramayu. Pada masa  Bupati Indramayu dijabat Irianto MS Syafiuddin atau Yance, para PKL  direlokasi ke kios-kios Kulcim.

Awalnya jumlah pengunjungnya terbatas. Tetapi kini jumlah pengunjung Kulcim makin bertambah banyak seiring makin dikenalnya kawasan pusat kuliner Indramayu itu.

Jajanan Khas
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Budpar) Indramayu, Carsim mengemukakan, kawasan Kulcim pada malam minggu dan hari-hari libur, ramai dikunjungi masyarakat,  sehingga kondisinya seperti pasar malam. Para pengunjung sambil melepas lelah bersama keluarga menikmati  jajanan  khas Indramayu.

Ramainya pengunjung  Kulcim itu kata Carsim manfaatnya untuk masyarakat. Diharapkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif makin berkembang.  “Saya punya rencana ingin menjadikan kawasan Kulcim  yang ramai ini seperti kawasan Malioboro di Yogyakarta yang jika sore hingga malam selalu ramai dikunjungi masyarakat,” katanya.

Jika Yogyakarta punya Malioboro sebagai pusat kuliner, aksesoris, sandang, seni dan budaya maka Indramayu punya kawasan Kulcim.  Ke depan kawasan Kulcim akan mendapatkan sentuhan-sentuhan berupa pementasan seni, budaya dan sebagainya.

Sebagai Kadis Budpar, lanjut Carsim jika malam minggu,  sering berkunjung ke Kulcim bersama teman-teman Dinas Budpar memberi mensuport pada pementasan seni, budaya dan sebagainya. “Kadang-kadang saya juga ikut menyanyi. Tidak dibayar  malah dikompres  disuruh sawer,”  katanya sambil tertawa. (taryani/fs)