Thursday, 05 December 2019

Debut Buruk Pelatih Baru Edson Tavares, Persija Ditakhlukkan Semen Padang 1 – 2

Rabu, 16 Oktober 2019 — 18:12 WIB
Pemain sekaligus kapten Persija Ramdani Lestaluhu dikawal pemain Semen Padang.

Pemain sekaligus kapten Persija Ramdani Lestaluhu dikawal pemain Semen Padang.

JAKARTA – Debut pelatih baru Persija Edson Tavares memberikan hasil menyesakkan. Tampil sebagai tuan rumah kalah dari juru kunci Semen Padang FC dengan skor 1-2. Bukan itu saja yang menyesakkan, gol kemenangan Semen Padang tercipta di detik-detik terakhir injury time oleh Mariando Djonak Uropmabin di menit 90+4.

Gol penentu kemenangan Semen Padang tersebut, justru berawal dari serangan Persija Jakarta, setelah Riko Simanjuntak memberikan umpan ke kotak pinalti T Paku Alam, di sana bola gagal disambut Simic. Bola berhasil dihalau pemain belakang Semen Padang, dan menjadi serangan balik cepat ketika pemain-pemain Persija terlambat turun.

Bola digiring dari sisi kanan Persija, di tengah ada ruang kosong. Bola diumpan ke Mariando Djonak Uropmabin, dan tanpa banyak menggoreng-goreng, dia melakukan tendangan sangat terarah ketika posisi kiper Persija sudah mati langkah. Gol di menit terakhir, mengunci upaya Persija untuk membalas.

Persija sebenarnya lebih dulu unggul pada menit 16 melalui tendangan pinalti Marko Simic, Laskar Kabau Sirah membalas melalui gol Vendry Mofu pda menit 57. Pada pertandingan ini, di babak kedua Persija berupaya keras untuk melakukan serangan, tetapi terapi yang diberikan pelatih baru Edson Tavares belum melihatkan hasil maksimal.

Justru, permainan Persija tampak kurang greget, dan seperti kehabisan bensin. Penyelesaian akhir di depan gawang lawan juga tetap kurang tajam. Barisan tengah tampak masih longgar, gampang terbaca lawan.\

Edson Tavares mencoba menerapkan  permainan menyerang. Sejak awal pertandingan Persija langsung menggebrak pertahanan tim tamu. Peran Tony Sucipto coba dioptimalkan dengan sedikit meninggalkan  posisinya sebagai back, ia keluar melakukan overlap ke sisi kanan pertahanan Semen Padang.

Persija terus menekan pertahanan Kabau Sirah. Beberapa kali peluang tercipta dari sepak pojok namun masih belum dapat membuka kran gol Macan Kemayoran.

Pada menit 14, Persija  mendapat tendangan penalti setelah Heri Susanto dijatuhkan oleh M Rifqi di kotak penalti Semen Padang. Marko Simic sebagai  eksekutor, tendangannya tak mampu ditepis Teja Paku Alam. 1-0 untuk persija.

Unggul satu gol, Persija terus meningkatkan serangan. Peluang didapat dari Agri yang bermain one two dengan Ramdani, namun umpan Ramdani terlalu kencang. Agri sebagai pemain baru bermain di posisi gelandang bersama Sandi Sute dan Joan Tomas.

Berikutnya, Xandao mendapat peluang melalui sundulan hasil dari sepak pojok, namun bola masih melayang di atas gawang Teja. Sebaliknya, Semen Padang memberikan perlawanan. Pada menit 45,  Semen Padang mendapat peluang tendangan bebas dekat kotak penalti Persija.

Kali ini, Flavio yang mengambil tendangan,  akurasinya sudah tepat namun masih mudah dibaca Shahar Ginanjar. Kondisi ini bertahan, tetap 1-0 buat Persija hingga jeda turun minum.

Babak kedua, Semen Padang main ulet. Serangan yang dibangun telihat efektif. Seperti terciptanya gol balasan oleh Vendri Mofu pada menit 57, terjadi dalam tempo cepat. Dia ketika mendapat bola, dengan kawalan pemain belakang Persija, memutar badan dan menendang bola dari sudut relatif sempit, mampu membuahkan gol.

Pada menit 79 pun ada peluang emas, umpan dari sektor kanan Persija diterima oleh Flavio. Sayang tendangannya tak membuahkan gol, meski dia berdiri bebas tanpa kawalan.

Gol kemenangan di detik-detik terakhir  di samping sebagai upaya keras, juga karena kelengan pemain-pemain Persija yang terlambat turun dan terlihat seperti kehabisan bensin. Mariando Djonak Uropmabin mengeksekusi dengan tenang. 1-2 untuk Semen Padang hingga peluit panjang dibunyikan. (win)