Sunday, 15 December 2019

Dokter IZH Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Kamis, 17 Oktober 2019 — 15:55 WIB
Ninoy Karundeng (pakai topi), di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).(firda)

Ninoy Karundeng (pakai topi), di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).(firda)

JAKARTA – Dokter berinisial IZH telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi mengatakan, penetapan tersangka itu lantaran IZH tidak memberikan pertolongan kepada Ninoy saat dianiaya di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Pasalnya, IZH saat itu berada di lokasi bersama sang suami.

“Sebagai seorang tenaga medis, dia (dokter IZH) tidak ada upaya membantu seseorang yang sudah babak belur dianiaya banyak orang. Padahal korban dalam keadaan butuh dukungan medis,” ujar Suyudi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/10/2019).

Namun tak hanya itu saja, IZH juga turut mengintrogasi Ninoy bersama sang suami, saat penganiayaan tersebut dilakukan. Oleh karena itu, polisi pun menetapkan IZH sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan membiarkan (peristiwa penganiayaan), malah ikut mengintrogasi dengan suaminya yang sama-sama tenaga medis,” kata Suyudi.

Sebelumnya diketahui, Kuasa Hukum IZH, Gufroni, mengatakan, kliennya ditangkap polisi atas kasus tersebut. Padahal kata Gufroni, IZH merupakan seorang dokter yang saat itu menjadi tenaga medis untuk membantu para korban demo yang terkena gas air mata.

Namun ternyata, IZH turut ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Saat ini, IZH tengah ditahan di Polda Metro Jaya.

“Iya, IZH sudah ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Dia ditangkap dalam kasus laporan Ninoy Karundeng yang mengaku dianiaya dan disekap,” kata Gufroni, saat konfirmasi, Rabu (16/10/2019).

Kini polisi pun telah menetapkan 14 tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut. Adapun para tersangka itu, yakni Bernard Abdul Jabbar, Fery alias F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Ke-13 tersangka pun telah ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. Sementara tersangka TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan. (firda/tri)

Terbaru

Menteri Kelautan dan perikanan menyerahkan penghargaan pada  para pemenang kegiatan Hari Ikan Nasional ke-6 tahun 2019.(ist)
Minggu, 15/12/2019 — 11:33 WIB
Lewat Kampanye Gemar Makan Ikan
Menteri KKP Ajak Ibu-Ibu PKK Berperan dalam Pemberantasan Stunting
Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto didampingi PPS Deputi Direktur Bidang HUmas dan Antar Lembaga M. Erfan.(tri)
Minggu, 15/12/2019 — 10:55 WIB
Disalurkan Melalui Baznas
Dana Registrasi Relay Marathon BPJAMSOSTEK untuk Melindungi Pekerja Rentan