Saturday, 14 December 2019

Polisi Benarkan Seorang Dokter Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan Relawan Jokowi

Kamis, 17 Oktober 2019 — 12:17 WIB
Ninoy Karundeng (baju hijau) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firda)

Ninoy Karundeng (baju hijau) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). (firda)

JAKARTA – Seorang dokter berinisial IZH dikabarkan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkannya. “Dokter Insani iya, ada juga itu (nama tersangka),” ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/10/2019).

Namun saat ditanyai lebih lanjut perihal detail keterlibatan IZH, Argo belum menjelkaskan lebih lanjut. “Untuk perannya saya belum dapat informasinya,” kata Argo.

Sebelumnya diketahui, Kuasa Hukum IZH, Gufroni, mengatakan, kliennya ditangkap polisi atas kasus tersebut. Padahal kata Gufroni, IZH merupakan seorang dokter yang saat itu menjadi tenaga medis untuk membantu para korban demo yang terkena gas air mata.

Namun ternyata, IZH turut ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Saat ini, IZH tengah ditahan di Polda Metro Jaya.

“Iya, IZH sudah ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Dia ditangkap dalam kasus laporan Ninoy Karundeng yang mengaku dianiaya dan disekap,” kata Gufroni, saat konfirmasi, Rabu (16/10/2019).

Kini polisi pun telah menetapkan 14 tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut. Adapun para tersangka itu, yakni Bernard Abdul Jabbar, Fery alias F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Sebanyak 13 tersangka telah ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. Sementara tersangka TR, ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan. (firda/mb)