Wednesday, 20 November 2019

Polisi Buru Suami Tim Medis yang Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy

Kamis, 17 Oktober 2019 — 20:00 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto. (firda)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto. (firda)

JAKARTA – Polisi hingga kini masih mengejar satu orang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Satu orang tersebut yakni SA alias Sairil Anwar, merupakan suami dari tersangka IZH Insani Zulfa Hayati. Pasalnya, SA bersama sang istri IZH berada di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, saat penganiayaan Ninoy Karundeng terjadi.

“Suaminya namanya Shairil Anwar sudah jadi DPO (Daftar Pencarian Orang),” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/10/2019).

Ia mengatakan, SA dan IZH saat itu bertugas sebagai tim medis guna memberikan pertolongan pada massa yang terluka maupun terkena gas air mata.

“Pada saat unras (unjuk rasa) yang lalu, Insani diajak suaminya (Sairil Anwar) untuk menjadi relawan medis dalam rangka pengobatan atau perawatan para pendemo yang luka atau terkena gas air mata,” kata Suyudi.

Namun sayangnya, keduanya justru tidak memberikan pertolongan terhadap Ninoy ketika penganiayaan itu terjadi. Bahkan kata Suyudi, sepasang suami istri itu justru ikut menginterogasi Ninoy.

Atas alasan tersebut, IHZ pun ditetapkan sebagai tersangka. Sementara sang suami, SA, masih dalam pengejaran polisi (DPO). “Sebagai seorang tenaga medis dia tidak ada upaya membantu seseorang yang sudah babak belur dianiaya banyak orang. Padahal korban dalam keadaan butuh dukungan medis,” jelasnya.

“(Mereka) malah ikut-ikut menginterogasi,” sambungnya.

Seperti diketahui, Ninoy Karundeng diculik oleh sekelompok orang saat aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). Saat itu, Ninoy mengambil gambar orang-orang yang terkena gas air mata saat aksi tersebut.

Melihat hal itu, massa langsung merampas ponsel Ninoy dan membawa Ninoy ke sebuah masjid untuk diinterogasi perihal alasan ia memotret aksi di lokasi tersebut. Namun tak hanya menginterogasi, para pelaku sempat menganiaya Ninoy.

Selanjutnya, Ninoy dipulangkan oleh para pelaku keesokan harinya, Selasa (1/10/2019). Atas kejadian tersebut, Ninoy pun melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Selasa malam.

Kini polisi pun telah menetapkan 15 tersangka atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut. Adapun para tersangka itu, diantaranya Bernard Abdul Jabbar, Fery alias F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. (firda/ys)