Friday, 15 November 2019

Ke Pekalongan, Wali Kota Bekasi Belajar Kelola Sampah Berbasis Online

Jumat, 18 Oktober 2019 — 17:38 WIB
Walikota Rahmat Effendi melihat tata kelola sampah di Pekalongan

Walikota Rahmat Effendi melihat tata kelola sampah di Pekalongan

BEKASI – Pemkot Bekasi belajar tata kelola sampah ke Pekalongan, Jawa Tengah. Tata kelola sampah di daerah ini dilakukan berbasis online.

Rombongan Walikota Rahmat Effendi diterima langsung Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Hampir semua kepala dinas, camat dan lurah ikut dalam kunjungan ini.

Walikota beserta rombongan mempelajari sistem manajemen pengelolaan sampah di Pekalongan yang berbasis online. Sistem aplikasi yang diberi nama Yowaste Impact Apps merupakan aplikasi berbasis android yang diterapkan sebagai sarana penyampaian kepada pemerintah.

Nantinya dari pemerintahan akan menjemput sampah ke rumah yang sudah dikelola. Apabila sampah dirumah sudah penuh dan nantinya akan diambil oleh petugas kemudian di kasih label nama pemilik oleh petugas.

Reward nanti bisa berupa konsultasi gratis, berupa nominal, ataupun yang lainnya seperti pembelian pulsa, membeli obat di apotek, dan pengelolaan sampah partisipasi masyarakat.

Walikota mengatakan, kedatangannya beserta rombongan ingin mempelajari dan menerapkan sistem pengelolaan sampah di daerahnya dengan mencontoh sistem pengelolaan yang sudah dijalankan oleh Pemkab Pekalongan.

Kota Bekasi dihuni 2,7 juta jiwa sehingga pembangunan infrastruktur sistem pengelolaan sampah sangat diperhatikannya.

Maka jumlah sampahnya hingga 1800 Ton, dengan belajar pengelolaan dan sistem yang baik maka ini merupakan langkah untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap sampah, aplikasi tersebut juga terdapat impact dari sampah, kesehatan, sosial, ekonomi, hidup sehat, dan wawasan pendidikan.

“Yowaste Impact Apps sangat tepat diimplementasikan,” katanya.

Walikota Bekasi beserta rombongan juga mengunjungi pengelolaan sampah partisipasi masyarakat Bank Sampah di Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen dan Tempat Pengelolaan Sampah yang sudah menerapkan sistem aplikasi Yowaste Impact Apps di Desa Babalanlor Kecamatan Bojong. (chotim/yp)