Monday, 18 November 2019

Tukar HP Puluhan Juta dengan Teh Kotak, Kurir Ekspedisi Dibekuk Polisi

Jumat, 18 Oktober 2019 — 12:27 WIB
Ilustrasi.

Ilustrasi.

JAKARTA – Lima tersangka pencuri dan penggelapan handphone merk IPhone 11 Pro Max 256 GB warna hijau, diamankan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Handphone mewah itu digelapkan dengan cara ditukar teh sosro saat dikirim lewat ekspedisi ke korban.

Kelima tersangka, LUK, KOS, RIZ, PRI, dan KEM hingga kini masih dilakukan pemeriksaan. Mereka dibekuk di sejumlah tempat di Jakarta dan Tangerang, Selasa (15/10/2019). Dari mereka polisi menyita IPhone 11 Pro Max 256 GB warna hijau.

“Tersangka LUK ini yang menukar pertama kali Iphone dengan teh sosro. Dia bekerja sebagai sopir di perusahaan ekspedisi di kawasan Tanah Kusir Jakarta Selatan yang mengantar barang – barang,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto, Jumat (18/10/2019).

Sementara empat tersangka lain juga melakukan penipuan handphone yang sama karena turut serta membantu memuluskan aksi penggelapan tersebut. Kombes Suyudi menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal saat korban yakni Fitria memesan 1 buah handphone merk IPhone jenis 11 Pro Max 256 GB warna hijau, dari seorang penjual di Surabaya awal Oktober 2019.

Saat itu katanya korban sudah mentransfer sejumlah uang ke penjual, seharga ponsel yang dipesan. “Karenanya penjual mengirimkan barang yang dipesan ke korban, dengan paket melalui perusahaan ekspedisi,” kata Suyudi. “Namun ketika paket yang dipesan datang dan diterima pemesan, ternyata isinya bukan ponsel Iphone, tetapi berupa Teh Sosro kemasan kotak,” sambung Suyudi.

Korban kemudian protes ke penjual, namun penjual juga merasa kebingungan karena yakin yang ia kirimkan kepada korban adalah 1 buah handphone merk IPhone jenis 11 Pro Max 256 GB warna hijau. “Lalu penjual menanyakan soal paket itu kepada pihak pengiriman atau perusahaan ekspedisi,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Suyudi, pihak  ekspedisi akhirnya membuat laporan polisi untuk meminta kepolisian menyelidiki siapa pelaku yang menukar ponsel seharga puluhan juta itu dengan teh kotak.

“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata diketahui bahwa ponsel tersebut sudah berada dalam penguasaan orang lain atas nama saudari Diah. Dan ketika ditelusuri, ternyata yang melakukan tindakan menukar ponsel dengan teh sosro kemasan kotak adalah saudara LUK yang merupakan  kurir perusahaan ekspedisi,” pungkas Suyudi.

LUK, langsung dibekuk pada Selasa (15/10/2019). “LUK ini tugasnya mengambil paket barang di Bandara Soetta dan selanjutnya dibawa ke tempat penyimpanan paket barang di wilayah Veteran, Tanah kusir, Jakarta Selatan,” katanya.

Namun saat di perjalanan, LUK melakukan pembongkaran terhadap salah satu paket barang yang berisikan HP IPhone 11 dan ditukar dengan sebuah teh sosro kemasan kotak. “Selanjutnya HP tersebut dijual kepada KOS, dan dari KOS hendak dijual kepada RIZ. Tapi karena RIZ tidak memiliki uang selanjutnya dia menawarkan kepada PRI dan PRI menyetujuinya dengan harga Rp20.500.000,” kata Suyudi.

Lalu PRI meminta rekannya KEM untuk memposting HP tersebut ke media sosial untuk dijual seharga Rp 22,5 Juta. “Dan dari postingan itu, HP berhasil dijual ke saudara Diah dengan harga Rp 22,5 Juta,” tukas Suyudi.

Dari penelurusan tersebut, polisi akhirnya membekuk empat tersangka lain selain LUK, yang terlibat dalam dugaan pencurian dan penggelapan ini. Mereka adalah KOS, RIZ, PRI dan KEM.

Kelima tersangka dijerat pasal berlapis, Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan atau Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dan atau Pasal 480 KUHP tentang pertolongan perbuatan jahat dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. (ilham/mb)