Friday, 22 November 2019

Berhasil Lolos ke PON 2020 Papua, 6 Petinju DKI Dapat Tali Asih

Sabtu, 19 Oktober 2019 — 22:32 WIB
Tim tinju dki

BOGOR – Enam petinju DKI yang baru-baru ini berhasil lolos ke PON (Pekan Olahraga Nasional) Papua 2020 mendapat apresiasi dari Ketua Pengprov Pertina (Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Nasional) Hengky Silatang SH. Apresiasi berupa tali asih ini diberikan sekaligus makan siang di sebuah rumah makan di Parung, Bogor, Sabtu (19/10/2019).

“Jangan dilihat berapa besarnya. Tapi ini merupakan wujud kepedulian kami untuk menambah motivasi kalian (petinju)  tetap tekun berlatih,” jelas Hengky didampingi sejumlah pengurus Pengprov Pertina DKI seperti Dewi (Sekjen), Rico Bahar (Bendahara) dan Finnon Manulang (Humas).

Hengky menekankan bagi petinju yang sudah lolos jangan merasa cepat puas. “Tetap terus tingkatkan kemampuan. Jangan bermimpi bisa kembali juara apabila latihannya tidak ditingkatkan. Semua lawan tentunya punya motivasi yang tinggi untuk mengalahkan petinju DKI. Untuk itu kita harus selalu siap. Kalau perlu kita tetap berlatih saat lawan tidur,” jelas mantan petinju nasional ini sedikit bergurau.

Begitu juga bagi petinju yang belum lolos agar mempersiapkan diri dengan baik menghadapi babak kualifikasi PON kedua yang akan digelar pertengahan November di Cibinong, Bogor.

Meraih Tiket

Dalam babak kualfikasi PON di Ternate akhir bulan lalu, dari tujuh petinju DKI dikirim, enam berhasil meraih tiket ke PON Papua 2020. Bahkan tiga diantaranya meraih medali emas.

Mereka yakni; Novita Sinadia di kelas 54 kg putri, Valent Metia (49 kg putra) dan Matius Mandiangan (60 kg putra). Sementara medali perak diraih Vinky Montolalu (75 kg putra) dan Hasmar Lubis (91 kg putra). Satu medali perunggu diraih Retno A (64 kg putri).

Selain para petinju yang mendapat tali asih, juga tim pelatih yang terdiri dari Hugo Gonseling, Fadly dan Bayu Kasidi.

Untuk meningkatkan kualitas petinju DKI, Hengky menjanjikan, bakal mengirim petinju berlatih di luar negeri. “Kalau untuk latih tanding di Asia lebih cocok di Korea ataupun di negara pecahan Rusia. Bila perlu juga berlatih di Kuba yang dikenal sebagai gudangnya petinju top amatir,” katanya.  (bu)