Tuesday, 19 November 2019

Kabel Utilitas di Jakarta Selatan Terus di Tertibkan

Sabtu, 19 Oktober 2019 — 13:33 WIB
Kepala Dinas Binamarga saat menertibkan kabel Utilitas di Jalan Satrio.  (wandi)

Kepala Dinas Binamarga saat menertibkan kabel Utilitas di Jalan Satrio. (wandi)

JAKARTA – Penertiban jatingan Utilitas kembali dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.  Kali ini, sasarannya kabel disepanjang Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.

Sebanyak 30 satuan petugas gabungan yang terdiri dari Sudin Perindustrian dan Energi (PE), Sudin Bina Marga, PPSU, Satpol PP, dan Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, dikerahkan.  Para petugas ini memotong-motongi jaringan utilitas yang dianggap sebagai biang semrawut di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho, mengatakan, penertiban jaringan utilitas di sepanjang sisi utara Jalan Prof. Dr. Satrio tersebut ditujukkan untuk mempercantik tata kota, agar tidak ada lagi kabel udara yang melintang berantakan di tepi jalanan.

“Dalam penertiban ini, kami sudah melakukan beberapa tahapan baik melalui surat pemberitahuan, rapat, peninjauan lapangan, hingga saat ini yakni eksekusi kabel udara. Karena hingga batas waktu yang sudah kami tentukan tidak akan tindakan akhirnya kami mengambil tindakan tegas,” terang Hari.

Menurutnya,  penertiban kabel utilitas ini dilakukan dengan cara memotong kabel udara yang melintang di sepanjang sisi utara Jalan Prof. Dr. Satrio. Sebab selama ini, di kawasan tersebut memang banyak kabel utilitas yang berseliweran sehingga membuat wilayah terlihat kumuh.

“Kemarin sudah kita lakukan penertiban segmen pertama yakni kabel sepanjang 400 meter. Lalu segmen kedua hari ini akan kami tertibkan 900 meter di sisi utara Jalan Prof. Dr. Satrio dari ujung gedung WTC sampai gedung Kedubes Malaysia,” imbuhnya.

Menurut Hari Nugroho, memang saat ini pihaknya akan terus melakukan pembenahan jaringan utilitas. Sasarannya bukan hanya di Jakarta Selatan saja,  tapi sejumlah lokasi juga akan menjadi target.

Dirinya berharap, dengan cara seperti ini diharapkan DKI Jakarta tidak ada lagi kebel udara.  “Selama ini memang masih ada sejumlah titik banyak kabel udara sehingga membuat semrawut. Makanya ke depan seluruh jaringan utilitas akan berada di bawah tanah, “tandasnya.  (wandi/mb)