Tuesday, 19 November 2019

Kelurahan Rawa Bunga kini Miliki 20 Bank Sampah

Minggu, 20 Oktober 2019 — 23:58 WIB
Peresmian bank sampah di RW 04 Rawa Bunga, Jatinegara. (ifand)

Peresmian bank sampah di RW 04 Rawa Bunga, Jatinegara. (ifand)

JAKARTA – Ajak warganya untuk hidup bersih dan menghasilkan, pihak Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, menyiapkan bank sampah yang ke-20. Dengan adanya tempat itu, warga diajak untuk memilah limbah rumah tangganya sebelum dibuang ke tempat sampah agar bisa berguna.

Lurah Rawa Bunga, Agustina, Minggu (20/10/2019), meresmikan Bank Sampah Barokah di RW 04. Ia pun mengajak warganya untuk bisa memanfaatkan tempat itu sebagai wadah yang bisa menghasilkan dari limbah-limbah yang dihasilkan dari rumah. “Jadi nantinya tak ada lagi sampah yang dibuang percuma. Karena di dalamnya ada benda yang berharga,” katanya, Minggu (20/10/2019).

Agustina mengatakan, bank sampah ini nantinya difungsikan untuk mengolah sampah yang bisa didaur ulang. Misalnya sampah plastik diolah menjadi vas bunga, dompet, tas dan sebagainya. Sedangkan jenis sampah lainnya dikumpulkan untuk dijual kembali seperti koran, kardus, buku ember, botol dan gelas  air mineral. “Sampah yang dibawa itu bisa menjadi tabungan untuk warga,” ujarnya.

Bahkan, kata Agustina, sampah organik milik warga juga akan diolah menjadi pupuk kompos padat dan cair. Sehingga tak ada lagi sampah dari setiap rumah yang harus dikirim ke tempat pembuangan sampah (TPS). “Ini juga untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang upaya ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.

Agustina menambahkan, dengan hadirnya Bank Sampah Barokah di RW 04 itu, maka Kelurahan Rawa Bunga kini memiliki 20 bank sampah. Di antaranya 11 bank sampah RW, dua bank sampah RT, dan satu bank sampah kelurahan yang digarap oleh petugas PPSU. “Kemudian lima bank sampah sekolah dan satu Bank Sampah Transito milik Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur,” paparnya.

Secara umum pengoperasian bank sampah ini, sambung Agustina, baru berjalan kurang lebih enam bulan. Uji coba dimulai dari  RW 01, yang setiap hari berhasil mengumpulkan tujuh kilogram sampah label, plastik kresek dan botol plastik untuk dijadikan vas bunga.

“Dari semua itu, kini kami punya alat timbang, mesin komposting dari Sudin Lingkungan Hidup dan alat cetak pot/vas bunga,” sambungnya. (ifand/ys)