Tuesday, 19 November 2019

Wali Kota Depok Muhammad Idris Sabet Penghargaan Pemimpin Terbaik

Minggu, 20 Oktober 2019 — 23:26 WIB
Wali Kota Depok Muhammad Idris saat menerima penghargaan sebagai salah satu pemimpin terbaik dari 18 kepala daerah di seluruh Indonesia.  (anton)

Wali Kota Depok Muhammad Idris saat menerima penghargaan sebagai salah satu pemimpin terbaik dari 18 kepala daerah di seluruh Indonesia. (anton)

DEPOK – Wali Kota Muhammad Idris kembali mendapatkan penghargaan sebagai salah satu pemimpin terbaik dari 18 orang kepala daerah gubernur dan wali kota se Indonesia dalam pelayanan publik salah satu media nasional.

“Alhamdulillah.. Tanpa peran serta seluruh jajaran,  instansi dan masyarakat Kota Depok tentunya hasil ini tidak akan diperoleh, ” ucap Wali Kota Depok Muhammad Idris,  Minggu (20/10/2019).

Pemberian anugerah bergengsi tersebut karena dalam kepemimpinan Mohammad Idris di Kota Depok dinilai berhasil meningkatkan pelayanan masyarakat. Terutama dalam kategori sektor pariwisata, pelayanan publik, kebijakan publik, sosial dan budaya, tata kelola pemerintahan, investasi dan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan penghargaan ini semakin memacu semangat untuk terus memberikan kinerja dan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” ujarnya yang berharap di masa mendatang tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan tentang kemacetan dengan kerja sama pemerintah pusat khususnya menuntaskan proyek Jalan Tol Desari, Jalan Tol Cijago termasuk pelebaran jalan lingkungan sebagai penunjang jalan utama di Depok.

Daniel Hartono, pemimpin media ternama di Indonesia, mengatakan tujuan pemberian penghargaan ini untuk memotivasi para kepala daerah meningkatkan kinerja. Tentunya dengan memunculkan berbagai inovasi yang bersinggungan dengan program-program pemerintah.

Pihaknya memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi ke 18 kepala daerah, dengan rincian delapan bupati, lima wali kota, dan lima gubernur se-Indonesia. Penghargaan ini meliputi kategori sektor pariwisata, pelayanan publik, kebijakan publik, sosial dan budaya, tata kelola pemerintahan, investasi dan ekonomi kreatif. (anton/ys)