Friday, 22 November 2019

Erick, Nadim, Wishnutama Tiga Profesional Muda Dengan Track Record Mumpuni

Senin, 21 Oktober 2019 — 12:32 WIB
Seleksi Menteri, Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, saat di Istana Mereka dipanggil Presiden Jokowi
 (reuters)

Seleksi Menteri, Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, saat di Istana Mereka dipanggil Presiden Jokowi (reuters)

JAKARTA –  Dinamika susunan kabinet Indonesia Kerja II paska pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terus bergulir.

Tiga profesional muda yang mempunyai track record mumpuni dibidangnya masing-masing dipanggil Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Hari ini, Senin (21/10/2019).

CEO Gojek Indonesia, Nadiem Makarim lebih dulu menghadap Presiden pada pukul 10.00 WIB, sementara founder dan chairman PT Mahaka Group, Erick Thohir serta Wishnutama Kusubandio seorang profesional di media televisi, dipanggil pada pukul, 10.30 WIB.

Meski ketiga tokoh muda yang dinilai layak untuk membantu tugas presiden dan wakil presiden di periode 2019-2024 menolak mengungkapkan isi pertemuan tersebut, namun sudah jelas hal itu terkait dengan finalisasi susunan kabinet yang dalam waktu dekat akan diumumkan secara resmi.

Menurut ekonom UN, Fitra Faisal, Indonesia memiliki banyak calon potensial dari kalangan muda yang bisa melahirkan terobosan dalam membantu mengatasi tantangan jangka pendek yang dihadapi Indonesia di bidang ekonomi.

(Baca: Giliran Erick Tohir dan Wishnutama Penuhi Panggilan Presiden)

“Salah satunya, Nadiem Makarim. Dengan kredibilitas Nadiem dalam membangun Gojek, perusahaan rintisan yang dibangun satu dekade lalu dan kini telah menjadi Decacorn, atau punya valuasi di atas US$ 10 miliar, dirinya bisa diberi kepercayaan untuk beberapa bidang karena kemampuan eksekusi yang mumpuni,” kata dia.

Ia menambahkan, Nadiem bisa diberikan kepercayaan untuk menangani bidang investasi, digital, ataupun bidang pendidikan. “Tapi yang saya ingin tekankan, adalah bagaimana digitalisasi menjadi tuntutan dunia saat ini. Semua bidang akan terkait dengan digitalisasi dan juga tehnologi, makanya digital sangat penting. Menurut saya, Nadiem punya kapasitas dalam hal itu,” ungkap Fitra.

instagram  Erick Thohir dan Wishnutama.(dok)

Sementara itu, Direktur Suropati Syndicate, M Shujahri, mengomentari bahwa Erick Thohir masuk kategori sangat layak untuk mewakili kalangan profesional di kabinet kedua Jokowi. “Selain profesionalisme dalam menjalankan tugas, integritasnya sudah terbukti selama ini,” ujarnya.

Bahkan, menurut Shujari, dengan modal dan kredibilitas kerja yang sudah terbukti, Erick layak mengisi salah satu pos kementerian strategis yang menjadi kunci dalam mewujudkan lima program prioritas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin selama 2019-2024.

“Mengaca dari periode sebelumnya, meskipun memiliki banyak pakar atau tenaga ahli, namun problem di kementerian-kementerian strategis justru terletak pada tidak adanya manajeman yang profesional dan kurang berintegritas. Oleh sebab itu, kalangan profesional seperti Erick Thohir dibutuhkan sebagai eksekutor,” lanjutnya.

Sedangkan, anggota Senate Indonesia Marketing Association, Fritzs Simandjuntak, menyatakan kepabilitas Wishnutama sebagai seorang profesional di industri media televisi yang result oriented dibutuhkan untuk mengisi pos kementerian yang lebih dinamis, fleksibel, dan berorientasi pada hasil demi mengatasi tantangan jangka pendek di bidang ekonomi.

“Bidang pariwisata sebagai sumber devisa non migas Indonesia masih memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Terobosan-terobosan untuk menaikkan nilai tambah pariwisata Indonesia secara ekonomi hanya bisa dihasilkan oleh tokoh-tokoh muda yang kreatif, penuh inovatif, dan orientasi pada hasil yang langsung nyata dirasakan,” tambahnya. (yendhi/tri)