Friday, 22 November 2019

Lemkapi: Ada Upaya Pembunuhan Karakter Secara Sistematis Terhadap Kapolri

Senin, 21 Oktober 2019 — 9:43 WIB
Direktur Eksekutif Lemkapi  DR. Edi Hasibuan.(ist)

Direktur Eksekutif Lemkapi DR. Edi Hasibuan.(ist)

JAKARTA –  Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menduga ada skenario yang dibangun  oleh  sebuah kekuatan besar  untuk menjatuhkan Kapolri Tito Karnavian  lewat rekaman  CCTV  yang dikaitkan dengan perobekan  buku merah.

“Kami melihat ini lebih pada ada  upaya pembunuhan karakter secara sistematis  terhadap Kapolri,” kata Dr Edi Hasibuan,  Direktur Eksekutif Lemkapi di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Edi  menduga penggiringan opini yang kini dilakukan  secara masiv  muncul untuk menggoyang jabatan Kapolri yang sudah lebih dari tiga tahun.

Menurut mantan anggota Kompolnas ini setelah  berkali-kali melihat dan menganalisa hasil CCTV, dirinya melihat  tidak ada sama sekali satu gambar pun ada perobekan buku merah atau buku apa pun.

Roland dan Harun sendiri, penyidik KPK yang disebut berada di ruang lantai 9 KPK bersama dua pegawai lainnya sesuai gambar dalam CCTV gerakannya tidak terlihat melakukan  perobekan sama sekali.

Seandainya ada terlihat  perobekan, Edi berpendapat  itu tidak memberikan jaminan bahwa buku tersebut adalah buku merah yang  dimaksud.

Putarbalikkan Fakta

Padahal dalam pemberitaan sebelumnya,  buku merah disebutkan dirobek dan dirusak oleh penyidik KPK dari unsur Polri.

“Kami melihat tuduhan ini  sungguh menyudutkan Polri dan ada indikasi  untuk memutarbalikan fakta untuk tujuan penggiringan opini dengan harapan Kapolri segera diganti,” tambah pemerhati  hukum kepolisian ini.

Bicara masalah hukum,  Doktor Ilmu Hukum ini berpendapat catatan perusahan pemilik buku merah  sulit dijadikan bukti hukum yang kuat adanya gratifikasi kepada sejumlah pihak yang namanya tertera dalam buku perusahaan.

Karena ketika hasil  catatan itu diklarifikasi kembali,  baik kepada pihak yang membuat catatan dan nama yang menerima membantah,  maka prosesnya gugur demi hukum,” ungkap dosen Tindak Pidana Korupsi Universitas Bhayangkara Jakarta ini.(tiyo/tri)

Terbaru

Musisi dan Direktur Artistik Festival, Dwiki Dharmawan saat memberi penjelasan The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 bersama Direktur Sales & Pengembangan Bisnis PT Citra Media Nusa Purnama, Shanty Nurpatria, Dirut PJT II, U Saefudin Noer, Kabag Humas Kementerian BUMN, Ferry Andrianto.(ali)
Jumat, 22/11/2019 — 9:35 WIB
Perdana, Konser Jazz Digelar di Waduk Jatiluhur
Pria bertato pelaku aniaya ditangkap polisi. (silaen)
Jumat, 22/11/2019 — 8:50 WIB
Pelaku Penganiayaan Ditangkap