Friday, 15 November 2019

LRT Tidak Diperpanjang sampai Kabupaten Bekasi

Senin, 21 Oktober 2019 — 6:06 WIB
Trainset LRT Jabodebek diangkat ke lintasan di Stasiun LRT Harjamukti. (rihadin)

Trainset LRT Jabodebek diangkat ke lintasan di Stasiun LRT Harjamukti. (rihadin)

BEKASI – Pemerintah belum memikirkan jalur Lintas Rel Terpadu (LRT) sampai wilayah pinggiran Kabupaten Bekasi. Kalau pun kena proyek itu, hanya di perbatasan antara kota dan kabupaten.

“Ujung lintasan tetap berada di Bekasi bagian timur, tidak ke Cikarang,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono.

Dia mengatakan itu sehubungang ‘ngebetnya’ Pemkab Bekasi memintas perpanjang lintasan LRT agar penduduk komuter dapat menggunakan moda transportasi murah meriah.

Meski begitu, Kementerian Perhubungan akan membangun moda transportasi massal berupaya kereta ringan sejenis LRT namun rutenya mengelilingi kawasan industri di Cikarang, namanya Automated Guided Train (AGT).

“Rencana BPTJ yaitu membangun angkutan massal di sekitar daerah industri Cikarang yakni AGT yang akan terhubung dengan LRT di Bekasi Timur,” katanya.

Pemkab Bekasi sendiri sepertinya iri dengan Kota Bekasi yang dilintasi LRT dan pihaknya mengajukan perpanjangan rel kereta ringan ini hingga ke wilayahnya. Moda transportasi massal ini digadang-gadang dapat mempersingkat jarak tempuh dari Cikarang ke Jakarta. Sehingga warga tak perlu lagi mengendarai kendaraan pribadi menuju ke Jakarta.

“Pemerintah daerah telah meminta kepada Badan Pengelola Transportasi Jabotabek Kementerian Perhubungan agar lintasan LRT hingga ke Cikarang. Surat resmi sudah kami layangkan, sudah dua surat,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Slamet Supriyadi.

Dia mengatakan, jalur lintasan LRT tetap menggunakan sisi Tol Jakarta-Cikampek, hanya memperpanjang lintasan rel menuju ke Kabupaten Bekasi. “Perpanjangan rel LRT ini juga bagian dari mimpi kita, agar dapat dilintasi LRT hingga ke Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Slamet menambahkan, laju pertambahan penduduk di Kabupaten Bekasi mencapai 3,8 persen menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah daerah. Saat ini, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi mencapai 3,7 juta jiwa. Dengan begitu, pertumbuhan penduduk mencapai 140.600 orang per tahun. Rata-rata, pertambahan penduduk ini bukan karena faktor alami tetapi perpindahan penduduk dari daerah lain. Mengingat, Kabupaten Bekasi merupakan kawasan terbesar di Asia Tenggara.

“Konon, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi paling tinggi se-Jawa Barat. Ini menjadi problem kita. Pertambahan penduduk bisa menjadi potensi dengan bonus demografi tetapi juga menjadi beban pemerintah daerah, Jawa Barat serta pemerintah pusat. Harus menjadi perhatian bersama,” imbuhnya.

Dengan pesatnya pertambahan penduduk, pemerintah daerah harus menyediakan moda transportasi yang lebih variatif, infrastruktur jalan semakin diperlebar untuk mengatasi kemacetan dan sebagainya.

Ditambah lagi, dengan adanya proyek strategis nasional (PSN) yang melintas di Kabupaten Bekasi akan mengubah wajah Kabupaten Bekasi sehingga perlu menyesuaikan rencana tata ruang wilayah (RTRW) maupun rencana detail tata ruang (RDTR). Beberpa proyek strategis yang sedang dibangun di antaranya Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Tol Layang Jakartarta-Cikampek II, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Cimanggis-Cibitung-Cilincing, Terminal Cikarang Bekasi Laut (CBL) Inland Waterway. (saban/yp)