Saturday, 07 December 2019

Panti Pijat Disinyalir Ada Praktik Prostitusi, DPRD DKI: Harus Ditutup

Senin, 21 Oktober 2019 — 19:48 WIB
DPRD DKI Jakarta. (ist)

DPRD DKI Jakarta. (ist)

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta, mendesak Pemprov DKI melalui Satpol PP menutup satu griya pijat  yang berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pasalnya griya pijat ini secara terang-terangan menawarkan layanan pijat yang disinyalir sebagai praktik prostitusi melalui media sosial.

Permintaan ini disampaikan oleh Yusuf, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dewan ini meminta Pemprov DKI segera mengambil tindakan tegas atas pelanggaran asusila tersebut.

“Harus ditindak, Satpol PP Pemprov DKI bisa langsung menindak kalau memang ada panti pijat-panti pijat yang ada prostitusinya,” ungkapnya saat ditemui di kantor sekretariat PKB Jakarta Selatan, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, praktik prostitusi merupakan pelanggaran terberat, sehingga panti pijat yang menyalahi aturan dapat segera ditutup total. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta harus mencabut izin usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang izinnya ada, persyaratan-persyaratannya ada, ya sah-sah saja, karena kan di DKI Jakarta ada beberapa panti-panti pijat yang memang izinnya keluar. Tapi sesuai prosedur panti pijat ya, nggak ada prostitusi lain-lain seperti itu,” jelasnya.

Penindakan berupa penutupan tempat hiburan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, yakni dimulai dari pemeriksaan, penerbitan rekomendasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta hingga penyegelan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

“Kalau ada hal-hal prostitusi di dalam panti pijat, tahapannya harus ada pengecekan dulu, terus ada rekomendasi dari Dinas Pariwisata, karena saling keterkaitan penindakan itu kan atas seizin pariwisata juga, karena kan izin panti pijat itu yang mengeluarkan Dinas Pariwisata,” jelas Yusuf.

Sementara, Kasatpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan secara terpisah mengatakan, pihaknya akan segera melakukan sidak dan menggeledah griya pijat Vins Pondok Indah. “Kita akan periksa. Kita akan lihat juga tindakan seperti apa dari pihak Suku Dinas Pariwisata,” kata Ujang.

Kasat Pol PP juga mengaku pihaknya akan mengintensifkan pengawasan terhadap tempat hiburan malam. Setiap ada informasi tempat hiburan yang melakukan praktik prostitusi akan langsung diteruskan ke Satpol PP Provinsi untuk membuat keputusan penindakan . Sehingga keputusan rekomendasi berupa penindakan hingga penyegelan dari Dinas Parwisata bisa lebih cepat dilakukan Satpol PP.

“Nanti kita lakukan pengecekan, dan hasil temuan di lapangan kita laporkan ke provinsi. Kalau soal mereka (griya pijat V) di medsos, itu penelitian di tingkat provinsi,” tegas Ujang. (wandi/win)

Terbaru

Sabtu, 7/12/2019 — 8:11 WIB
IMB Akan Dihapus, Mengapa ?
jalan bareng
Sabtu, 7/12/2019 — 7:59 WIB
Jalan Jalan Bareng, Yuk!